Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jokowi Bantah Narasi Anti-Islam

Rudy Polycarpus
25/1/2019 14:40
Jokowi Bantah Narasi Anti-Islam
Presiden Joko Widodo membagikan sertifikat tanah(Ilustrasi -- Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli)

PRESIDEN Joko Widodo menyinggung banyaknya informasi-informasi tidak logis yang berseliweran. Informasi tersebut bertujuan untuk memutarbalikkan fakta.

Presiden mencontohkan narasi yang dibangun bahwa pemerintahannya memusuhi ulama.

"Banyak sekali isu ke saya. Kriminalisasi ulama, antiIslam. Loh, loh. Saya tiap hari, tiap minggu masuk pondok pesantren dengan ulama. Hari santri yang buat Perpres saya. Kok dibilang antiulama, anti-Islam?" ujarnya saat membagikan sertifikat tanah bagi warga Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (25/1).

Menurutnya, narasi-narasi negatif tersebut sebetulnya tidak masuk akal karena fakta berbicara sebaliknya. Kendati demikian, katanya, masih saja ada sebagian masyarakat yang memercayai isu tersebut.

"Bolak-balik kayak gitu kalau gampang percaya, termakan, bahaya sekali. Ini hanya tujuan politik, bukan yang lain-lain. Jangan ajarkan masyarakat hal yang tidak logis," pesannya.

Baca juga: Narasi Jokowi Anti-Islam Tak Berdasar 

Untuk itu, ia mengajak rakyat menyaring dengan cermat informasi yang bertebaran di media sosial. Hal itu sangat penting karena pada tahun politik ini, banyak isu, kabar bohong (hoaks), ataupun fitnah disebar melalui media sosial.

Presiden menekankan, tidak semestinya hubungan silaturahmi sesama anak bangsa rusak hanya akibat perbedaan pilihan politik.

"Antartentangga enggak saling ngomong-ngomong karena pilpres, pilgub. Loh-loh rugi besar kita nanti," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya