Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tak Percaya Hasil Survei, Partai Demokrat Tetap Solid Dukung Prabowo

Dero Iqbal Mahendra
21/1/2019 21:49
Tak Percaya Hasil Survei, Partai Demokrat Tetap Solid Dukung Prabowo
(MI/RAMDANI)

WAKIL Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengaku tidak percaya dengan hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Median yang menyebut banyak konstituen Demokrat membelot dari arahan partai.

Dalam survei itu disebutkan konstituen Demokrat justru banyak yang memilih pasangan Joko Widodp-Ma'ruf Amin. Syarief menegaksan, Demokrat tetap loyal dan solid dalam mendukung Prabowo-Sandiaga.

"Saya tidak percaya itu, surveinya seperti apa itu saya tidak percaya (hasil survei) itu," tutur Syarief saat dihubungi Media Indonesia, Senin (21/1).

Dirinya menyakini hal tersebut tidak mungkin terjadi. Sebab hingga saat ini arahan dari partai Demokrat tetap mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan para kader dan konstituen mengikuti arahan tersebut.

"Kita masih tetap solid, bahkan hingga di ranting pun kami solid," tegas Syarief.

Saat ditanyakan pengaruh debat perdana pilpres 2019, dirinya menyatakan keyakinan adanya pengaruh positif dari debat.

Namun debat perdana masih merupakan debat awal dan masih ada empat debat lainnya yang harus dijalani.

Baca juga : Disebut tidak Loyal ke Prabowo, Demokrat: Untuk Selamatkan Partai

"Kita lihat nanti dampaknya nanti," pungkas Syarief.

Sebelumnya Lembaga Survie Median merilis hasil survei terkait elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden serta survei terkait loyalitas partai koalisi pengusung di pilpres 2019.

Untuk koalisi Prabowo-Sandiaga, Gerindra menjadi yang terloyal. Konstituennya yang memilih pasangan nomor urut 02 itu mencapai 87,1%, sedangkan yang memilih Jokowi hanya 5,6%.

Di sisi lain dari konstituen Demokrat terlihat tidak konsisten dalam memberikan dukungan sesuai arahan partai, tingkat konstituen yang berbeda pilihan dengan arahan Partai Demokrat itu cukup tinggi, yaitu sebanyak 37,9% memilih Jokowi.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun menjelaskan salah satu faktor parpol koalisi yang berseberangan pilihan baik Jokowi maupun Prabowo, yakni ada konflik internal yang terjadi di parpol itu.

Misalnya, kata Rico, persoalan beberapa kader Demokrat yang membelot mendukung Jokowi.

“Faktor gagalnya AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) menjadi cawapres mendampingi Prabowo itu masih ada bekasnya. Sementara untuk Hanura itu faktor terlihat ada konflik di internalnya,” jelas Rico. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya