Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengaku tidak percaya dengan hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Median yang menyebut banyak konstituen Demokrat membelot dari arahan partai.
Dalam survei itu disebutkan konstituen Demokrat justru banyak yang memilih pasangan Joko Widodp-Ma'ruf Amin. Syarief menegaksan, Demokrat tetap loyal dan solid dalam mendukung Prabowo-Sandiaga.
"Saya tidak percaya itu, surveinya seperti apa itu saya tidak percaya (hasil survei) itu," tutur Syarief saat dihubungi Media Indonesia, Senin (21/1).
Dirinya menyakini hal tersebut tidak mungkin terjadi. Sebab hingga saat ini arahan dari partai Demokrat tetap mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan para kader dan konstituen mengikuti arahan tersebut.
"Kita masih tetap solid, bahkan hingga di ranting pun kami solid," tegas Syarief.
Saat ditanyakan pengaruh debat perdana pilpres 2019, dirinya menyatakan keyakinan adanya pengaruh positif dari debat.
Namun debat perdana masih merupakan debat awal dan masih ada empat debat lainnya yang harus dijalani.
Baca juga : Disebut tidak Loyal ke Prabowo, Demokrat: Untuk Selamatkan Partai
"Kita lihat nanti dampaknya nanti," pungkas Syarief.
Sebelumnya Lembaga Survie Median merilis hasil survei terkait elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden serta survei terkait loyalitas partai koalisi pengusung di pilpres 2019.
Untuk koalisi Prabowo-Sandiaga, Gerindra menjadi yang terloyal. Konstituennya yang memilih pasangan nomor urut 02 itu mencapai 87,1%, sedangkan yang memilih Jokowi hanya 5,6%.
Di sisi lain dari konstituen Demokrat terlihat tidak konsisten dalam memberikan dukungan sesuai arahan partai, tingkat konstituen yang berbeda pilihan dengan arahan Partai Demokrat itu cukup tinggi, yaitu sebanyak 37,9% memilih Jokowi.
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun menjelaskan salah satu faktor parpol koalisi yang berseberangan pilihan baik Jokowi maupun Prabowo, yakni ada konflik internal yang terjadi di parpol itu.
Misalnya, kata Rico, persoalan beberapa kader Demokrat yang membelot mendukung Jokowi.
“Faktor gagalnya AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) menjadi cawapres mendampingi Prabowo itu masih ada bekasnya. Sementara untuk Hanura itu faktor terlihat ada konflik di internalnya,” jelas Rico. (OL-8)
Prabowo yang berlatar belakang militer membutuhkan sosok berpengalaman di bidang ekonomi.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi memberikan restu kepada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menjadi cawapres untuk capres Anies Baswedan.
Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) Partai Golkar perlu mensosialisasikan capaian Partai Golkar dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.
SEJUMLAH kader Partai Demokrat Jawa Barat mengaku tersinggung dengan pernyataan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dalam debat terakhir, Sabtu (13/4).
Tadi malam, pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan calon dengan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menutup debat kelima di Hotel Sultan, Jakarta.
Saat diminta oleh Prabowo untuk menjawab pertanyaan seputar pengembangan e-sport, Sandiaga mengatakan, "You wanna test your vice president."
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved