Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Debat Kedua Pilpres 2019 Dirancang Lebih Rileks

Insi Nantika Jelita
21/1/2019 21:10
Debat Kedua Pilpres 2019 Dirancang Lebih Rileks
(MI/Insi Nantika Jelita)

RAPAT pleno evaluasi debat perdana Pilpres 2019 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum bersama tim kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden, juga membahas persiapan debat kedua Pilpres 2019 17 Februari mendatang.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan format debat kedua nanti akan dilangsungkan dengan lebih rileks dari sisi teknis. Namun, tetap substantif dari sisi penyampaian visi misi paslon.

"Kita akan olah bagaimana membuat kandidat ini rileks sehingga dia mampu menyampiakan pesan-pesannyaa lebih baik, detail, mendalam. Ya mulai dari yang teknis sampai substansi," kata Arief di kantor KPU, Jakarta, Senin (21/1).

Di debat kedua nanti, lanjut Arief, pihaknya yakin kedua paslon akan mampu mengekplorasi visi misi lebih mendalam.

"Saya pikir melihat perkembangan hasil debat pertama dan respon publik, mereka (kedua capres) saya percaya akan terangsang untuk mengeksplorasi gagasanya secara lebih,"ucapnya.

Baca juga : KPU: Capres-Cawapres Diperbolehkan Bawa Contekan saat Debat

Selain format, Arief mengungkapkan, bersama kedua tim kampanye paslon, KPU juga membahas posisi duduk kedua kandidat. Ada 2 opsi yang diajukan, yaitu menggunakan sofa atau berdiri. Hal itu untuk membuat paslon nyaman dan rileks saat berdebat.

Arief, menambahkan, saat debat kedua nanti tidak ada pendukung yang ada dibelakang kandidat. Hal tersebut disepakati oleh kedua tim kampanye.

"Tadi disepakati audiens yang berada dibelakang kandidat itu sudah tidak ada. Kemudian soal durasi harus diatur sedemikian rupa agar kandidat lebih banyak punya waktu untuk menyampaikan visi misinya,"kata Arief.

Terkait moderator debat, Arief mengaku masih mempertimbangkan jumlah moderator yang akan bertugas memandu jalannya debat.

"Untuk moderator ya masih kita pertimbangkan apakah satu orang atau dua orang ya karena debat yang kedua itu hanya antar capres jadi kita mungkin bisa satu orang saja,"ucapnya.

Usulan lain yang diterima KPU untuk debat kedua ialah menggunakan penanda waktu bagi pengingat peserta debat.

Misalnya saja, satu menit pertama ada penanda warna kuning, menit kedua warna hijau, dan menit terakhir ada warna merah sebagai penanda waktu telah habis.

"Jadi semua pihak sudah memberikan catatanya dari tim kampanye nomor urut 01 dan 02. Semua catatan itu kita sampaikan kepada tv penyelenggara debat kedua. Nanti akan disesuaikan."tandasnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya