Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh mengaku telah dihubungi oleh para kandidat calon kepala daerah yang menurut hasil hitung cepat telah memenangi Pilkada Serentak 2018, utamanya yang diusung dan didukung NasDem.
Surya pun menitipkan pesan agar para calon pemimpin terpilih ke depannya dapat selalu konsisten memberikan energi, inspirasi dan inovasi dalam membangun wilayahnya.
"Saya hanya mengingatkan, ucapan selamat, salam pada pendukungnya, pada keluarganya dan tetaplah konsisten pada tekad dan semangatnya untuk membangun wilayah di area dia akan memimpin nantinya," jelasnya.
Surya menjelaskan, pemimpin dituntut untuk memiliki semangat saling menghargai kepada siapa saja yang sudah berhasil unggul di pertandingan pesta demokrasi kali ini.
Ia mengimbau supaya jangan sampai saling membuang energi yang percuma untuk hal-hal yang amat sangat tidak berarti. Menurutnya kemenangan dan kekalahan hari ini bukanlah menang dan kalah untuk selamanya.
"Cobalah membangun bangsa ini dengan semangat kenegarawanan yang dimiliki oleh mereka karena mereka yang membawa semangat itu. Konsekuensinya pemimpin harus bisa memberikan pengorbanan dan keteladanan," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, berdasarkan hasil hitung cepat, 11 dari 17 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung maupun didukung NasDem dinyatakan menang dalam perhelatan pilkada serentak yang berlangsung pada 27 Juni 2018.
Surya Paloh menuturkan hasil kemenangan yang didapat dari Pilkada Serentak 2018 itu merupakan salah satu modal baik untuk menyambut pesta demokrasi yang lebih besar yaitu Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. (X-12)
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsungĀ bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved