Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) menunjukkan tingkat elektabilitas pasangan Cagub-Cawagub Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak lebih tinggi dibandingkan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.
"Khofifah-Emil ini mendapatkan angka dari responden 48,5%. Sedangkan Saifullah Yusuf-Puti Guntur mendapatkan 40,8%. Yang tidak tahu ada 10,7%," ujar peneliti SMRC Sirajuddin Abbas di Kantor SMRC, Jakarta, Jumat (22/6).
Berdasarkan survei SMRC, Khofifah-Emil unggul atas Gus Ipul–Puti Guntur Soekarno di hampir seluruh lapisan demografi, kecuali pada kelompok usia > 55 tahun. Dari sisi wilayah, Khofifah-Emil unggul di delapan dari sebelas dapil, sedangkan Gus Ipul–Puti Guntur Soekarno unggul di dua dapil: Dapil 5 (Malang, Batu) dan Dapil 6 (Blitar, Kediri, Tulungagung). Sementara itu di Dapil 1 (Surabaya, Sidorajo), dukungan untuk kedua calon seimbang.
Sirajuddin mengatakan, responden memilih Khofifah lantaran dinilai lebih perhatian kepada rakyat selama ini. Namun, yang memilih Saifullah Yusuf menilai yang bersangkutan lebih berpengalaman.
"Jadi yang lebih unggul Khofifah, misalnya orangnya perhatian kepada rakyat mendapatkan angka 17%. Gus Ipul unggul di pengalaman, di pemerintahan dengan mendapatkan angka 25%," tandasnya.
Sirajuddin menambahkan, responden yang mendukung Khofifah-Emil Dardak kemungkinan kecil akan mengubah pilihannya (42%). Sementara responden yang mengaku sangat kecil kemungkinannya beralih sebanyak 27%.
"Sebanyak 22% responden mengatakan, cukup besar mengubah pilihannya di Pilgub Jawa Timur. Kemudian responden yang sangat besar kemungkinannya mengubah pilihannya ada 7%. Sementara tidak menjawab 1%," ungkapnya.
Menurut Sirajuddin, responden pendukung Khofifah?-Emil sangat kuat ketimbang Saifullah Yusuf-Puti Guntur. Sehingga, perkiraan kuat di Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak akan menjadi pemenang.
"Khofifah-Emil pendukung kuatnya sebesar 72%. Sedangkan Saifullah Yusuf-Puti Guntur 65%," katanya.
Dari segi popularitas, mantan Menteri Sosial (Mensos) itu juga lebih unggul dari Saifullah Yusuf. Pasalnya Khofifah mendapatkan angka dari responden sebesar 90%. Sedangkan Saifullah Yusuf 87%. (OL-5)

Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsungĀ bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved