Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM survei Indo Barometer pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Taj Yasin diprediksi akan menang. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan Indo Barometer pada 7 hingga 13 Juni lalu, Ganjar dan Yasin memperoleh tingkat elektabilitas tertinggi yang mencapai 67,3%. Sedangkan lawannya yakni, pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah hanya meraih 21,1%.
Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari menyebutkan, jika melihat hasil survei terbaru itu, pasangan Ganjar dan Yasin menang telak.
“Menang telak karena perolehan elektabilitasnya kan sangat tinggi mencapai 67,3%,” terangnya saat menyampaikan hasil survei Indo Barometer kepada sejumlah jurnalis di FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Rabu (20/6).
Menurut Qodari, survei ini diambil dari sample yang menggunakan 800 orang responden di 35 kabupaten/kota Jawa Tengah. Dari jumlah responden itu, ditemukan yang tidak memilih atau mengisi kuesioner sebanyak 11,6%.
“Untuk yang tidak memilih cukup besar juga. Namun perbedaan hasil survei berdasarkan pasangan calon juga sangat jauh,” tegasnya.
Untuk elektabilitas Figur calon gubernur, Ganjar mengungguli jauh Sudirman. Di mana, Ganjar memperoleh elektabilitas mencapai 66,9%, sedangkan Sudirman hanya meraih 21,3 persen. “Pada survei ini yang tidak memberikan jawaban atau pilihan itu 11,9%. Dan dari sesi ini Ganjar masih saja unggul,” jelas Qodari.
Sedangkan perolehan elektabilitas calon wakil gubernur, pasangan Ganjar yakni Yasin juga unggul dari pasangan Sudirman yakni Ida. Yasin sendiri memperoleh 56,4% sementara Ida hanya memperoleh 22,4%. Untuk responden yang tidak memberikan suara 21,3%.
“Dari semua sesi yang disurvei, Ganjar dan Yasin menang telak. Termasuk tingkat perkenalan dan disukai Ganjar dan Yasin masih unggul,” ungkap Qodari.
Dari hasil survei ini, Indo Barometer, tambahnya, menemukan margin of error sebesar 3,46 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.
“Untuk metode masih sama dengan penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling. Pengumpulan data juga wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner,” tandasnya. (OL-5)
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsungĀ bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved