Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo menegaskan, Hasto Wardoyo akan membangun Kota Yogyakarta dengan sepenuhnya jika terpilih sebagai Wali Kota Yogyakarta. Hal itu menanggapi pernyataan wartawan, apakah Hasto Wardoyo akan menjalankan amanah sebagai Wali Kota Yogyakarta jika terpilih menjadi Wali Kota Yogyakarta.
Pertanyaan tersebut mengacu pada pengalaman Hasto saat menjadi Bupati Kulonprogo selama dua periode. Pada periode kedua, Hasto berhenti di tengah jalan karena diangkat menjadi Kepala BKKBN.
"Rasanya (Hasto) akan menjalankan jabatan sebagai Wali Kota secara full," kata Ganjar sambil mengonfirmasi ke Hasto terkait jawabannya tersebut. Hasto pun dengan ringkas menjawab, dirinya akan menjalankan jabatan Wali Kota Yogyakarta secara penuh jika terpilih menjadi Wali Kota Yogyakarta.
Menurut dia, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan intens berkomunikasi langsung dengan masyarakat guna sosialisasi program strategis. Mereka juga sudah jelas peta persoalan apa saja yang harus diselesaikan.
Ganjar menyebut, Kota Yogyakarta ini cukup khas, dengan gagasan, ide dan memiliki masyarakat berpendidikan menengah ke atas cukup banyak. Saat ada gagasan yang diperdebatkan, ini menarik kala berbicara bersama anak muda, komunitas, seni, sport hingga budaya
"Perjumpaan dengan masyarakat inilah cara terbaik sampaikan pesan. Tidak hanya menyampaikan program tapi juga menerima masukan dari masyarakat," kata Ganjar Pranowo kepada awak media, di sela Rakercabsus PDI Perjuangan Yogyakarta, Kamis (17/10).
Ganjar Pranowo menambahkan PDI Perjuangan adalah partai kader yang mendidik dan memberikan tugas untuk mengabdi dan melayani rakyat. Malam ini konsolidasi, mulai DPP, DPD sampai DPC PDI Perjuangan hingga ranting dan anak ranting harus bergerak bersama guna berkomunikasi dengan rakyat.
Calon Wali Kota Yogyakarta nomor urut 2, Hasto Wardoyo menyatakan, saat berkomunikasi langsung dengan masyarakat, dirinya diterima dengan baik dan telah bertemu dengan banyak elemen.
"Kita telah bertemu dengan banyak kelompok. Strategi kita berlomba dalam kebaikan ini yang saya jalankan," kata Hasto.
Ketua DPC PDI Perjuangan Yogyakarta, Eko Suwanto menyatakan, Kota Yogyakarta sebagai tempat lahir Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia yakin, dengan bekerja bersama, bergotong royong, PDIP bersama rakyat Yogayakrta bisa menangkan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan .
Pilkada Kota Yogyakarta 2024 diikuti oleh tiga pasangan calon, yakni Heroe Poerwadi-Sri Widya Supeno dengan nomor urut 1, Hasto Wardoyo-Wawan Harmawan dengan nomor urut 2, dan Afnan Hadikusumo-Singgih Raharja dengan nomor urut 3. (H-2)
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsung bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Peneliti BRIN Siti Zuhro, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan pembahasan pilkada tidak langsung tidak hanya berkaitan dengan mahalnya biaya politik.
Pelaksanaan Pilkada langsung masih diwarnai berbagai praktik curang, termasuk politik uang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved