Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN bakal calon Bupati Boyolali, Agus Irawan-Dwi Fajar Nirwana melakukan silaturahmi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (7/9).
Pasangan yang didukung sejumlah partai, antara lain Partai NasDem, Golkar dan PKB itu mengapresiasi dukungan keluarga besar Muhammadiyah Boyolali merestui langkahnya maju bersama Dwi Fajar di Pilkada Boyolali.
“Alhamdulillah, silaturahmi saya ke keluarga besar Muhammadiyah disambut dengan hangat. Alhamdulillah, keluarga besar Muhammadiyah di Boyolali mendukung saya dan Ibu Dwi Fajar Nirwana,” kata Agus lewat keterangan yang diterima.
Baca juga : Golkar Ajak Cucu Pendiri Muhammadiyah Bertarung di Pilkada Kota Yogyakarta, Siapa Dia?
Agus menyebut dukungan dari keluarga besar Muhammadiyah Boyolali ini akan menjadi modal untuk maju Pilkada Boyolali 2024.
Dengan dukungan tersebut, Agus berharap Muhammadiyah juga ikut mengawal dan memberikan masukan kepadanya bersama Dwi Fajar apabila diberikan kepercayaan dan mandat untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Boyolali periode 2024-2029.
“Semoga ke depannya nanti Muhammadiyah akan kawal kita berdua di Boyolali, akan selalu memberi masukan-masukan ke saya dan Ibu Dwi Fajar saat di Boyolali. Sehingga Boyolali menjadi lebih maju, lebih nyaman dan tentunya lebih harmonis,” ujarnya.
Baca juga : Empat Parpol Dukung Petahana di Pilkada Temanggung
Sementara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali, Ali Muhson mendukung Agus Irawan-Dwi Fajar karena memiliki visi dan misi yang sama dengan Muhammadiyah yaitu komitmen untuk melakukan perubahan di Boyolali.
Menurut Ali, harus ada perubahan yang mendasar terkait dengan sistem pemerintahan di Boyolali seperti untuk menegakkan keadilan, proporsional dalam melayani ormas.
“Jadi kalau ormas sebagai mitra kerja ya memang harus didudukkan yang sama, bukan salah satu ditonjolkan dibantu. Sementara, Muhammadiyah yang sebenernya besar itu seperti tidak diakui dan tidak dipertimbangkan,” tandasnya. (M-4)
Tradisi yang telah dilakukan turun temurun tersebut sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil ternak sapi dan kambing yang baik sebagai penyangga ekonomi warga.
Hama Burung Mengancam, Petani Boyolali Gunakan Jaring.
Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, pada Selasa (10/3) sekitar pukul 02.00 WIB, petugas melakukan penggerebekan di dua lokasi berbeda di Kabupaten Boyolali.
Pelaku diketahui memiliki utang yang menumpuk bahkan telah menggadaikan sepeda motor milik istrinya senilai Rp4 juta.
Kuliner ini menggunakan singkong dan beras padi sebagai bahan utama, sehingga memberikan pilihan nasi instan yang lebih sehat dan kaya serat.
LuxCamp Selo by Horison resmi dibuka di Boyolali, menghadirkan pengalaman glamping mewah dengan pemandangan Gunung Merapi.
Abdul Mu'ti mengimbau masyarakat untuk tidak menjadikan disparitas pandangan sebagai sumber konflik, melainkan sebagai arena berlomba dalam kebaikan.
KETUA PP Muhammadiyah sekaligus pengamat pendidikan dan sosial, Anwar Abbas, mengatakan bahwa proses belajar-mengajar memang sebaiknya dilaksanakan secara tatap muka.
Salah satu hal yang paling mendesak untuk ditinjau ulang ialah penggunaan diksi dalam teks akad.
Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir minta masyarakat tak persoalkan perbedaan Idul fitri 1447 H. Ia dorong kalender global tunggal sebagai solusi masa depan.
Dalam khutbah Idulfitri 1447 H di UMY, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan ibadah Ramadan harus melahirkan perubahan perilaku nyata.
Ribuan warga Muhammadiyah melaksanakan shalat Idul Fitri di Lapangan Puputan Margarana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved