Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 atau virus korona sampai saat ini masih menjadi momok semua orang. Pandemi ini tidak terlihat secara kasat mata, tapi menyebar luas dan menghancurkan
sektor publik sejak bulan Maret 2020. Pandemi ini membuat efek sosial yang sangat negatif, seperti menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pembatasan sosial, dan menjaga jarak.
Pada awal mulanya masyarakat memprediksikan pelaksanaan pilkada serentak pada 270 daerah harus mengalami penundaan. Tetapi, publik pun terkejut dengan keputusan pemerintah bahwa pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah pandemi tetap dilaksanakan pada tanggal 9 Desember.
Pembicaraan gaduh menyeruak dalam kelompok masyarakat, reaksi bermunculan antara pro dan kontra. Sudah pasti rasa khawatir menghinggapi banyak orang. Sebab, tidak ada yang bisa menjamin bahwa protokol kesehatan yang ketat bisa dilaksanakan pada setiapTPS.
Dengan dikeluarkannya keputusan ini, masyarakat pun mau tidak mau harus siap memberikan hak suara mereka kepada calon kepala daerah untuk lima tahun ke depan, sesuai penilaian setiap individu dengan tetap menjalankan protokol kesehatan saat pilkada berlangsung.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah melakukan langkah-langkah koordinasi kepada KPUD pada setiap provinsi, sampai ke kabupaten dan kota. Persiapan-persiapan yang dilakukan meliputi kesiapan untuk anggaran pelaksanaan pilkada, sosialisasi, distribusi logistik, sampai pada kesiapan SDM ke pelosok daerah Indonesia.
Pilkada serentak yang akan diadakan tanggal 9 Desember 2020 mendatang, khususnya pemilihan calon gubernur di Pulau Kalimantan sendiri ada 3 provinsi (Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara), dan, ada beberapa wilayah lain untuk pemilihan calon wali kota dan bupati.
Masyarakat pun mendapat tantangan tersendiri ketika dihadapkan pada suatu keputusan bahwa pemerintah tidak bisa menunda pilkada ke tahun berikutnya. Di saat perkantoran, sekolah, kampus, rumah ibadah diperintahkan untuk melaksanakan kegiatan dari rumah, berbanding sebaliknya dengan Pilkada 2020 yang harus dilaksanakan. Publik pun bertanya, kenapa tidak bisa ditunda ke tahun 2021? Apakah untuk memperkuat hasrat legitimasi kekuasaan atau karena ada alasan lain?
Hal yang pasti, keputusan sudah ditetapkan pemerintah. Kita sebagai masyarakat pun wajib melaksanakan proses pilkada tanggal 9 Desember 2020 nanti dengan penuh kesadaran, ketelitian, dan kedisiplinan.
KPU sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam melaksanakan pilkada di tengah masa pandemi covid-19 sangat memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Dukungan agar pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar serta sukses. Khususnya, jangan sampai menimbulkan klaster baru. Aspek kesehatan menjadi skala prioritas. KPU perlu dukungan pula dari setiap stakeholder, dan elemen masyarakat turut menentukan hasil akhir pelaksanaan Pilkada tahun 2020 ini.
Teknologi artificial intelligence yang semula sekadar alat yang bersifat pasif --semacam kalkulator yang menunggu instruksi-- menjadi AI yang bertindak sebagai kolaborator sejati.
Tidak ada makan siang gratis di dalam politik. Bantuan elite dan oligarki tentu menuntut balasan.
Pahit getir pembentukan negara tidak bisa dilepaskan pula dari derita luka dan sengsaranya rakyat. Nyawa rakyat lebih banyak musnah dibandingkan nyawa elite selama berjuang.
Empat langkah krusial tetap dibutuhkan agar kebijakan tidak berhenti sebagai respons sesaat.
Fenomena penghujat di masyarakat bukan hal baru. Dalam psikologi sosial ini disebut negativity bias: kecenderungan manusia lebih cepat melihat kesalahan ketimbang kebaikan.
Pertanyaan yang menyentak bukanlah apakah mungkin membubarkan lembaga DPR di alam demokrasi, melainkan mengapa anggota DPR minta tunjangan rumah Rp50 juta per bulan.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved