Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Waspada! Ini 5 Bahaya yang Mengintai saat Motor Nekat Terobos Banjir

Nike Amelia Sari
12/1/2026 20:29
Waspada! Ini 5 Bahaya yang Mengintai saat Motor Nekat Terobos Banjir
Ilustrasi motor menerobos banjir.(Dok. Antara)

HUJAN deras di Jakarta belakangan ini memicu banjir Jakarta di mana-mana. Meski terburu-buru, memaksakan motor menembus banjir adalah keputusan berisiko tinggi.

Tak hanya bikin dompet jebol karena biaya servis, keselamatan kamu pun jadi taruhannya.

Risiko fatal yang mengintai motor saat nekat menerjang banjir.

1. Ancaman Water Hammer (Mesin Hancur Seketika)

Saat air tersedot ke ruang bakar lewat filter udara atau knalpot, mesin akan terkunci karena air tidak bisa dikompresi. Akibatnya sangat fatal yakni piston bisa pecah, stang piston bengkok, hingga blok mesin jebol. Jika ini terjadi, kamu harus siap turun mesin dengan biaya yang mahal.

2. Knalpot Tersumbat dan Mesin Mati Total

Knalpot bukan hanya jalur gas buang, tapi juga pintu masuk air. Jika air masuk terlalu dalam, tekanan balik akan membuat mesin kehilangan tenaga lalu mati seketika. Jika dibiarkan, air ini bisa merembet ke bagian klep dan mempercepat terjadinya water hammer.

3. Rem Jadi Blong karena Licin

Air banjir akan membasahi piringan cakram atau tromol, yang mengakibatkan hilangnya daya gesek antara kampas dan rem. Efeknya, rem menjadi tidak pakem atau tidak berfungsi sama sekali.

Jika baru saja melewati air, disarankan untuk "mengocok" rem perlahan agar kampas rem cepat kering kembali.

4. Busi Padam dan Korsleting Pengapian

Sebagai jantung pengapian, busi sangat sensitif terhadap air. Sedikit saja rembesan air mengenai kepala busi, percikan api akan mati dan motor dipastikan mogok. Masalah ini sering terjadi pada motor yang posisi businya rendah dan terbuka.

5. Oli Mesin Berubah Jadi 'Susu'

Air banjir yang menyusup ke dalam bak mesin akan bercampur dengan pelumas. Oli yang terkontaminasi air akan berubah warna menjadi putih keruh (seperti susu).

Jika oli ini tetap digunakan, fungsi pelumasannya hilang total, menyebabkan gesekan logam yang merusak seluruh komponen internal mesin.
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik