Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MERCEDES-BENZ mencoba mengungkapkan latar belakang sejarah radio mobil melalui Museum Mercedes-Benz Inside edisi 32/2021, dari 160 kendaraan dan total 1.500 pertunjukan yang ditampilkan.
Membahas perjalanan sejarah mobil Mercedes-Benz, kita tidak bisa lepas dari evolusi radio mobil yang berkembang terus, berevolusi secara dinamis menjadi sebuah infotainment system yang saat ini dikenal sebagai Mercedes-Benz User Experience (MBUX).
Kendaraan bermotor telah hadir selama 135 tahun dan radio mobil telah tersedia sejak sekitar 100 tahun lalu. Menurut Mercedes-Benz, radio mobil pertama muncul pada awal 1920-an di Amerika Serikat sebagai barang unik yang dibuat khusus oleh para pecinta teknologi dan berkembang hingga Eropa. Sebuah artikel yang terbit pada 13 Agustus 1922 di surat kabar 'Berliner Illustrierte Zeitung' melaporkan tentang 'nirkabel sebagai hobi – mode terbaru di Amerika'.
Gairah penerimaan radio pun muncul dan tumbuh dengan cepat: majalah spesialis Jerman 'Funkschau' menulis pada 1 Juni 1931: "Tanpa diragukan lagi: mobil dan radio adalah pasangan yang sempurna. Kecepatan di mana kendaraan memungkinkan perubahan lokasi dilengkapi dengan kebebasan spasial radio".
Akhirnya radio mobil produksi massal pertama di Eropa dibuat oleh Bosch yang diberi nama Autosuper 5 (AS5) dan dipamerkan di Berlin Radio Show 1932 oleh anak perusahaan Bosch, Ideal-Werke (yang juga memperkenalkan nama merek Blaupunkt di tahun itu). Perangkat ini memiliki bobot 15 kilogram dengan harga mencapai 465 Marks. Harga yang begitu mahal dianggap wajar saat itu mengingat radio mobil merupakan konsumsi orang kaya, dan merupakan peralatan opsional yang sangat eksklusif di sebagian besar mobil mewah.
Pada saat itu radio mobil memiliki ukuran yang besar. Oleh karena itu hanya perangkat kontrol yang dipasang ke panel instrumen sementara komponen penerima dan amplifier dipasang di lokasi yang berbeda, seperti di bagasi. Namun radio Autosuper 5 sudah relatif kompak, sehingga memungkinkan untuk menginstalasi di bawah panel instrumen.
Hanya beberapa tahun kemudian, radio mobil dengan mudah diintegrasikan ke dalam kendaraan dan konsep pengoperasiannya. Misalnya, menggunakan tombol penyetel radio secara langsung tepat di sebelah instrumen dalam area penglihatan pengemudi, seperti yang dilakukan Mercedes-Benz pada model 770 'Grand Mercedes'.
Setelah Perang Dunia II, radio mobil menjadi jauh lebih ringkas dan memungkinkan untuk mengintegrasikan sepenuh dalam panel instrumen, seperti pada Mercedes-Benz 170 S (W136) dengan Becker AS 49 yang diperkenalkan pada 1949.
Pada 1950-an menandai kemajuan teknologi bru pada radio mobil dengan hadirnya sistem pengiriman suara melalui sistem Frequency Modulation (FM) yang menawarkan reproduksi sinyal suara lebih baik, termasuk hadirnya tombol stasiun radio dan fungsi pemindaian stasiun. Teknologi transistor, slot kaset dan suara stereo diikuti pada tahun 1960-an.
Tahun 1970-an memperkenalkan Autofahrer-Rundfunk-Informationssystem (ARI: sistem informasi siaran pengemudi mobil), sebuah sistem yang secara otomatis mengidentifikasi laporan lalu lintas yang disiarkan sebagai bagian dari program.
Sejak saat itu, unit radio di dalam kendaraan telah ditingkatkan oleh seluruh sistem media digital dan teknologi informasi. Mulai integrasi pemutar CD pada 1980-an hingga kombinasi dengan navigasi satelit pada 1990-an.
Penemuan lain menjadi populer, misalnya CD changer di laci depan atau di bagasi. Akan tetapi segera digantikan oleh perkembangan teknologi media digital seperti konektivitas Bluetooth dan USB.
Pengenalan tampilan COMAND dan sistem operasi merupakan tonggak sejarah jaringan sistem di kendaraan Mercedes-Benz yang merayakan premier dunianya pada 1998 dalam model 220 seri S-Class. Saat ini, radio mobil di Mercedes-Benz merupakan bagian dari sistem infotainment MBUX (Mercedes-Benz User Experience) yang adaptif, lengkap dan dapat disesuaikan. (S-4)
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
KEBIJAKAN kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia mendapat kritikan tajam Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Edy Budi Santoso.
Ketiga destinasi wisata sejarah tersebut adalah Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, serta Museum Tekstil.
Selama pengelola museum masih menerima dana dari APBN, masyarakat tidak seharusnya dibebani biaya tinggi untuk mengakses fasilitas negara.
Kenaikan tarif Museum Nasional dari sebelumnya yang sebesar Rp25.000 merupakan langkah krusial untuk memenuhi standar pemeliharaan internasional.
Sebagai lembaga yang dikelola pemerintah, Museum Nasional mengemban tanggung jawab moral untuk mempermudah akses pendidikan bagi warga negara.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved