Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Guru Adaptif

Nunuk Suryani Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kemendikdasmen RI
18/12/2025 05:05
Guru Adaptif
(MI/Susanto)

GURU ialah sosok yang mulia mengingat jasa dan pengabdian mereka sebagai pelita dalam kegelapan. Guru yang senantiasa mendorong perubahan peradaban saat bangsa ini tidak boleh terjebak di tengah situasi kebingungan. Guru harus terus optimistis mengarahkan busur dan anak panah agar melesat membawa perbaikan terhadap dunia pendidikan. Seorang guru menjadikan perubahan sebagai guru yang kreatif agar menghasilkan pendidikan yang berkualitas.

Guru harus mempunyai pola pikir yang berkembang (growth mindset) yang menjadikan kesalahan untuk lebih berhasil. Guru harus memiliki keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan bisa ditingkatkan melalui usaha, dedikasi, dan ketekunan, bukan sesuatu yang tetap karena bawaan lahirnya. Dengan demikian, guru mampu melihat tantangan sebagai peluang belajar, menerima kritik sebagai masukan sekaligus akan lebih gigih saat menghadapi kegagalan.

 

LEBIH ADAPTIF 

Peran guru dalam menghadapi dinamika zaman (memasuki globalisasi) yang serbadigitalisasi serta menuntut guru menjaga karakter mereka, berpikir inovatif, dan berpola pikir yang adaptif. Dalam hal itu, fokus pada makna adaptif berarti guru yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi yang terus-menerus berubah. Untuk itu, guru butuh sebuah kesiapan menghadapi perubahan, yang artinya butuh kesiapan mental dan emosional.

Dengan belajar dari sejarah pada saat covid-19 berlangsung, sangat penting bagi guru saat ini dan pada masa akan datang mempunyai sifat adaptif. Adaptif ialah sebuah proses mengadaptasi yang dimulai dari pola pikir. Mengingat pola pikir yang sudah berubah dan terbentuk, skill set akan dengan sendirinya mampu menyesuaikan. Ibaratnya, guru profesional ialah guru yang mempunyai pemikiran baru untuk melahirkan hasil baru pula.

Pada saat itu, seakan muncul tuntutan terhadap peningkatan interaksi dalam pembelajaran daring yang menempatkan guru sebagai tokoh penting untuk melakukan adaptasi guna menjawab tuntutan pembelajaran secara interaktif. Guru harus beradaptasi dengan pola pikir (mindset) sebelumnya. Guru harus beradaptasi dengan cara merancang pembelajaran dan adaptasi bagaimana melaksanakan pembelajaran. Lalu, adaptasi terkait dengan pengelolaan potensi dan hambatan dalam pembelajaran daring secara interaktif.

Dengan demikian, di tengah perubahan situasi dan kondisi dalam dunia pendidikan, guru sering dihadapkan pada bagaimana mengintegrasikan satu teknologi dalam setiap proses pembelajaran. Guru juga dipacu merancang metode belajar yang sesuai dengan kebijakan baru dan kebutuhan generasi digital. Berbagai ritme tersebut tentu mendorong guru harus lebih mampu dalam mengelola stres, bertahan dalam menghadapi tekanan, dan senantiasa terus menjaga semangat mengajar dalam kondisi apa pun.

Dalam konteks itu, penulis mengapresiasi guru yang adaptif dalam merespons secara cepat kebijakan baru pendidikan. Kenyataannya, pendidikan kita mengalami masa pergantian menteri pendidikan baru, yang tentu saja diikuti perubahan kebijakan pendidikan nasional. Guru yang adaptif tentu saja bisa menerima dan tidak akan takut mencoba hal baru serta terbuka terhadap masukan. Guru adaptif senantiasa lebih aktif mencari solusi saat menghadapi tantangan daripada banyak keluh kesahnya.

Harus diakui, sebuah perubahan memang tidak selalu nyaman dalam sebuah kinerja. Bagi guru yang penuh sikap adaptif disertai visi pendidikan kuat, semangat guru sebagai pembelajaran tidak akan pernah padam. Guru adaptif akan menjadikan perubahan sebagai peluang untuk lebih maju dan berinovasi bukan ancaman bagi karier pribadi. Adaptivitas guru dalam pembelajaran bisa tecermin saat memahami perbedaan karakter murid dan penyesuaian atas pendekatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan mereka.

Guru yang adaptif tentu mengikuti model pembelajaran yang butuh sentuhan baru. Pembelajaran adaptif merupakan sebuah metode pendidikan yang mengimplementasi kemajuan pada bidang teknologi, seperti kecerdasan buatan. Model pembelajaran adaptif, atau yang sering juga dikenal dengan pengajaran adaptif, berfungsi mengatur pola interaksi guru dengan para siswa atau murid dalam melakukan aktivitas pembelajaran.

 

PEMIKIRAN BARU

Bagi penulis, peran guru tidak lagi sekadar menjadi penyampai ilmu di dalam kelas pada era yang penuh dinamika saat ini. Ada banyak perubahan teknologi, sosial, dan budaya yang begitu cepat dan menuntut guru terus berkembang. Bahkan, transformasi pendidikan saat ini menghadapkan guru pada pilihan berpikir jauh ke depan dan seolah dipaksa mampu menyesuaikan diri dengan berbagai situasi.

Itu seolah memaksa guru berubah menjadi guru adaptif karena guru adaptif yang kelak siap menghadapi era perubahan menjadi keharusan.

Saat guru wajib melakukan inovasi dalam pembelajaran, itu artinya guru tidak sekadar memberikan nilai, tetapi juga yang lebih penting ialah penguasaan.

Guru yang baik akan melahirkan murid yang memiliki lebih kemampuan dan keterampilan dari hasil pembelajaran yang bersifat nyata, bukan sekadar di atas kertas. Kalau perlu, guru mampu mendorong kekuatan transformatif yang membawa perubahan perspektif dalam hidup murid mereka.

Bahkan, guru juga harus memahami student teacher relationships supaya guru dan murid tetap memiliki relasi yang harmonis.

Guru perlu terus memperkuat model pembelajaran dengan komunikasi dua arah supaya murid merasakan suasana nyaman. Bagaimanapun juga, saat murid diberi ruang dan peluang, pembelajaran akan efektif. Seiring dengan era terkini, pendidikan tidak boleh disalahartikan dengan pengajaran, mengingat bisa jadi hanya transfer pengetahuan. Guru masa depan harus menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan murid pada masa yang akan datang.

Transformasi pendidikan bagi guru boleh saja diartikan sebagai perubahan perspektif dalam hidupnya. Boleh saja guru beranjak dari upaya mengadopsi pemikiran baru demi untuk merangkul perubahan. Guru bisa punya perspektif pembebasan dari keyakinan lama dan melakukan pembukaan diri terhadap ide dan kemungkinan baru demi membuka potensi guru dan menemukan jalur baru menuju kesuksesan bagi murid mereka.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya