Rabu 07 Juli 2021, 16:25 WIB

Gebrakan Inovasi Kala Pandemi

Deni Darmawan, Dosen Universitas Pamulang | Opini
Gebrakan Inovasi Kala Pandemi

Dok pribadi
Deni Darmawan

 

PANDEMI covid-19 mengubah semua tatanan kehidupan di dunia. Memaksa semua sektor untuk melakukan gebrakan inovasi agar tetap bertahan, bersaing dan menjawab semua tantangan dan persoalan di tengah pandemi ini.

Inovasi adalah sebuah ide, gagasan, pembaharuan, unik, atau memodifiksi sesuatu yang sudah ada. Tujuannya untuk memecahkan semua persoalan di tengah peliknya kebuntuan, keterpurukan, kesulitan agar masyarakat memperoleh kemanfaatan, kemudahan dan solusi untuk masa saat ini dan akan datang.

Era revolusi industri 4.0 ditandai dengan cepatnya arus informasi. Era ini mendorong manusia untuk bisa mengakses lebih cepat semua informasi melalui berbagai teknologi. Dengan adanya jaringan internet, semua cepat terhubung ke belahan dunia. Bahkan, pandemi mempercepat era ini untuk bisa menghadapi era selanjutnya.

Pandemi mendorong gebrakan inovasi dengan berfikir lebih kreatif dan produktif agar tetap bertahan dan bangkit dari keterpurukan. Proses critical thingking dan creativity yang digaungkan era revoluasi 4.0 esensinya adalah menuju pada inovasi.

Sebuah negara akan meningkat produktivitasnya jika mempunyai daya saing dan transformasi dalam segala bidang hingga menuju negara maju. Negara semakin unggul jika negara tersebut ditandai gebrakan-gebrakan inovasi dari berbagai sektor.

Hasil Survei Global Competitiveness Report dari World Economic Forum yang berbasis di Jenewa terhadap pelaku bisnis senior di 134 negara di seluruh dunia mulai 2001-2009, menunjukkan daya saing Indonesia berada di urutan ke-55 pada 2007. Sedangkan Thailand di posisi 38, Malayasia ke-37, dan Singapura ke-9. Menurut World Ekonomic Forum daya saing negara Indonesia masih belum kompetitif. Berdasarkan Bussiness Competitiveness Index (BCI) 2006-2007 Indonesia peringkat 62 dari 124 negara.

Mengapa daya saing perusahaan di Indonesia rendah? Jawabannya karena rendahnya inovasi. Salaman dan Storey (2002) mengatakan inovasi merupakan jawabannya sebagai proses penting bagi kesehatan organisasi dan menjadi faktor kunci bagi keberlangsungan dan daya saing sebuah organisasi bisnis.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko mengatakan, bahwa Indonesia saat ini perlu menggalakkan pengembangan dalam bentuk produk penelitian maupun karya tulis. Produktivitas riset di Indonesia masih rendah. Modal utama riset dan inovasi adalah sumber daya manusia (SDM), bukan lagi anggaran dan infrastruktur meskipun keduanya tidak kalah penting.

Karya inovatif

Indonesia diharapkan bangkit di tengah keterpurukan yang melanda saat ini. Pandemi menjadi sebuah momentum untuk melakukan gebrakan inovasi dalam semua sektor. Inovasi menjadi kunci untuk bisa beradaptasi dan menghadapi perubahan dalam setiap zaman. Kita turut bangga, setelah satu tahun lebih ditempa pandemi, Indonesia terbukti mampu membuktikan dengan menghasilkan 61 produk inovasi karya anak bangsa sebagai penanganan covid-19.
 
Munculnya produk inovasi karya anak bangsa merupakan hal yang perlu kita apresiasi. Indonesia diharapkan terus melakukan gebrakan inovasi dan menjadi ajang refleksi agar adanya kemandirian riset, melakukan pengembangan, pengkajian serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pandemi mendorong anak bangsa semakin kreatif, produktif dan inovatif untuk terus berkarya menuju Indonesia bangkit, maju dalam menghadapi pandemi.
 
Pandemi juga menjadi dorongan untuk mengembangkan berbagai macam inovasi teknologi dari berbagai aspek sebagai upaya untuk menyongsong masa depan yang lebih baik lagi dan mempersiapkan menyambut era smart society 5.0. Pandemi juga mempercepat revolusi pendidikan untuk terus berkolaborasi, melakukan kemitraan antara kampus, lembaga penelitian, lembaga pemerintahan untuk terus melakukan gebrakan inovasi di bidang pendidikan. Tujuannya agar semua peserta didik bisa belajar kapan saja dan di mana saja. Belajar tanpa ruang sekat, tanpa batas.

Pandemi mengharuskan pembelajaran secara daring agar bisa beradaptasi dan terus berinovasi sebagai kunci dari keberlangsungan lembaga pendidikan. Inovasi pendidikan menjadi jalan keluar agar-agar anak-anak bangsa tidak mengalami learning loss dan lonjakan covid-19 pada klaster pendidikan.

Inovasi teknologi pembelajaran menjadi salah satu aspek gebrakan inovasi di tengah pandemi dan menjadi daya saing untuk terus mempersiapkan sumber daya unggul dan menjadi generasi emas. Lembaga atau instansi yang tidak melakukan gebrakan inovasi pembelajaran tentu akan tertinggal dan tergilas.

Tujuan inovasi pendidikan di Indonesia menurut Kusnadi (2017) agar Indonesia mengejar ketertinggalan dan mengejar kemajuan IPTEK, berusaha menyelenggarakan pendidikan yang adil dan merata, dan mereformasi sistem pendidikan Indonesia agar lebih efektif, efisien, dan menghasilkan output yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masa mendatang. 

Begitu juga gebrakan inovasi dari sektor kesehatan, ekonomi, sosial dan lainnya. Tentunya diharapkan bisa bertahan dan berdaya saing untuk memberikan manfaat untuk masyarakat, dan menjawab segala perubahan serta tantangan saat ini. 

Pandemi memaksa kita untuk bisa berubah lebih cepat, beradapasi dan berinovasi. Berbagai strategi inovasi dilakukan, mulai dari pendekatan big data, digitalisasi, kolaborasi dan berbagai strategi kekinian dilakukan agar semua bidang bisa bertahan di tengah pandemi dan mampu bersaing.

Sebelum pandemi, era disrupsi sudah kita rasakan. Adanya pandemi mendorong lebih cepat inovasi teknologi dalam semua aspek kehidupan. Inovasi teknologi menjawab segala perubahan dan segala tantangan yang dihadapi ketika pandemi melanda. Ketika semua kegiatan di rumah, inovasi teknologi membantu dan mempermudah semua aktivitas manusia. 

Rumah bukan lagi sebagai 'sarang istirahat' tapi juga menjadi semua aktivitas seperti belajar, bekerja, berolah raga, beribadah, berkebun, membuat konten-konten kreatif dan hal lainnya. Rumah saat ini menjadi pusat aktivitas, kreativitas, dan produktivitas. Rumah-rumah mereka kini 'disulap' menjadi tempat untuk memicu gebrakan inovasi. 

Aktivitas virtual bisa dilakukan di rumah seperti menyelami dunia tanpa batas. Semua acara digelar dengan menggunakan teknologi yang memudahkan aktivitas manusia untuk bertukar informasi, berinteraksi dan komunikasi. Berbagai kajian ilmu, workshop, seminar, pelatihan, kursus, bahkan silaturahmi menyapa orang-orang dari belahan negeri lainnya bisa dilakukan secara virtual. 

Universitas dan perguruan tinggi diharapkan terus menjadi garda terdepan untuk terus melakukan gebrakan inovasi. Kampus merdeka dan merdeka belajar diharapkan bisa menjadi penggerak untuk terus menghasilkan produk inovasi anak bangsa, dan melakukan kolaborasi dari berbagai lembaga dalam kemandirian riset, pengembangan, pengkajian dan penerapan ilmu dan teknologi.   

Kampus menjadi pusat inovasi yang akan menjawab semua persoalan dan menjawab tantangan zaman. Inovasi menjadi kunci untuk terus bertahan dan bersaing di tengah pandemi dan tantangan di masa mendatang. 

Negara yang terdepan, unggul dan tercepat adalah negara yang terus melakukan gebrakan inovasi dari berbagai bidang. Gebrakan Inovasi merupakan upaya agar kemandirian dan keunggulan bangsa bisa terwujud dengan menghasilkan produk-produk inovasi anak bangsa. Semoga.

Baca Juga

dok.ant

Sosok Santri dan Semangat Antikorupsi Diperlukan Melawan Perang Badar Melawan Perilaku Koruptif

👤H. Firli Bahuri, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi RI 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 09:27 WIB
Sosok Santri dan Semangat Antikorupsi Diperlukan Melawan Perang Badar Melawan Perilaku...
MI/Duta

Songsong Matahari Terbit di Selatan Papua

👤Wilhelmina Welliken Dosen di Universitas Musamus, Merauke, Papua 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 05:05 WIB
PERHELATAN PON XX dan kehadiran Presiden Joko Widodo di Kabupaten Merauke untuk yang ketiga kalinya, awal Oktober lalu, memiliki makna yang...
Dok pribadi

Menimbang Peta Capres 2024

👤Yusa’ Farchan, Pengamat Politik Citra Institute, Akademisi Universitas Sutomo 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 16:15 WIB
Poros pertama tentu adalah PDIP yang memegang supremasi elektoral dua kali pemilu berturut-turut (Pemilu 2014 dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya