Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Dominasi Thailand Masters 2026, PBSI: Regenerasi Berjalan Mulus!

Khoerun Nadif Rahmat
02/2/2026 20:23
Dominasi Thailand Masters 2026, PBSI: Regenerasi Berjalan Mulus!
Konsistensi para pemain muda di level yang lebih tinggi diharapkan menjadi modal kuat Indonesia sebelum terjun di ajang besar lainnya tahun ini.(Antara)

KEBERHASILAN Tim Bulu Tangkis Indonesia menyabet status juara umum pada ajang Thailand Masters 2026 menjadi bukti nyata keberhasilan program regenerasi yang dicanangkan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI). 

Skuad Merah Putih sukses membawa pulang empat gelar juara melalui para pemain pelapis dan pemain muda yang diproyeksikan menjadi tulang punggung masa depan.

Dominasi Indonesia di turnamen level BWF World Tour Super 300 ini dipastikan melalui Moh Zaki Ubaidillah (tunggal putra), Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (ganda putra), Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi (ganda putri), serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran). Praktis, hanya sektor tunggal putri yang gagal membawa pulang trofi dari turnamen tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, mengapresiasi tinggi torehan ini. Menurutnya, kegemilangan di awal tahun ini merupakan buah dari konsistensi pembinaan dan fokus regenerasi yang telah digodok sepanjang tahun 2025.

"Prestasi di awal tahun 2026 ini merupakan hasil dari program pembinaan tahun 2025, di mana PBSI memfokuskan diri pada program regenerasi. Harapannya, prestasi yang diraih oleh atlet-atlet muda Indonesia dapat terus meningkat secara berkelanjutan," ujar pria yang akrab disapa Didi itu dalam keterangan resminya, Senin (2/2).

Kemenangan ini terasa signifikan mengingat profil para jawara yang mayoritas adalah pemain pelapis. Moh Zaki Ubaidillah, misalnya, baru saja bertransformasi dari level junior ke senior pada tahun lalu. Sementara itu, bagi Leo/Bagas, gelar ini menjadi momentum kebangkitan setelah puasa gelar sejak Korea Masters 2024.

Di sektor ganda putri, duet Fadia/Tiwi akhirnya mencicipi podium tertinggi pertama mereka sejak dipasangkan awal tahun ini. Setali tiga uang, pasangan Adnan/Indah juga berhasil pecah telur di level Super 300 setelah sebelumnya dominan di level International Challenge dan Super 100.

Target besar kini telah menanti. Eng Hian menegaskan bahwa tahun 2026 dicanangkan sebagai "tahun prestasi" untuk mendongkrak posisi para pemain sebelum memasuki masa krusial kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.

"Kami menginginkan hasil dari program 2025 dapat dilanjutkan dengan peningkatan prestasi, khususnya pada turnamen level Super 500 ke atas. Ini adalah bagian dari persiapan menuju kualifikasi Olimpiade yang akan dimulai pada Mei 2027," tambahnya.

PBSI berkomitmen untuk terus mengevaluasi program agar tren positif ini tidak bersifat sementara. Konsistensi para pemain muda di level yang lebih tinggi diharapkan menjadi modal kuat Indonesia sebelum terjun di ajang besar lainnya tahun ini, termasuk dalam rangkaian tur yang puncaknya berujung pada persiapan turnamen bergengsi lainnya. (Ndf/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya