Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ambisi Jannik Sinner di Australia Terbuka: Sempurnakan Servis demi Takhta No. 1 Dunia

Basuki Eka Purnama
21/1/2026 04:54
Ambisi Jannik Sinner di Australia Terbuka: Sempurnakan Servis demi Takhta No. 1 Dunia
Petenis Italia Jannik Sinner(AFP/MARTIN KEEP)

JUARA bertahan Australia Terbuka dua kali, Jannik Sinner, mengawali langkahnya di Melbourne Park dengan hasil positif. Petenis nomor dua dunia ini melaju ke putaran kedua setelah lawannya, Hugo Gaston, memutuskan mengundurkan diri pada pertandingan, Selasa (20/1). Sinner saat itu tengah unggul dominan 6-2 dan 6-1 dalam durasi laga yang baru berjalan 68 menit.

Meski menang meyakinkan, petenis asal Italia tersebut justru menyoroti satu aspek yang menurutnya masih jauh dari kata sempurna: servis. 

Sinner mengungkapkan bahwa ia masih terus melakukan penyesuaian teknis pada pukulannya tersebut, sebuah proses yang telah ia mulai sejak akhir musim lalu.

"Ini bukan hanya sejak Amerika Serikat (AS) Terbuka," kata Sinner saat ditanya tentang perubahan gerakan servisnya. "Saya merasa servis adalah dan masih merupakan pukulan yang perlu saya tingkatkan. Itu satu-satunya pukulan yang kami miliki di mana masih banyak ruang untuk perbaikan."

Petenis berusia 24 tahun ini menjelaskan secara mendetail mengenai perubahan ritme dan mekanika gerakannya. 

"Kami sedikit mengubah gerakan, ritme servis. Sebelumnya agak terlalu cepat di awal. Sekarang sedikit lebih lambat," ujarnya. "Lemparan bola biasanya sedikit lebih ke depan, sedikit ke kanan. Sekarang sedikit lebih ke belakang dan melewati kepala."

Upaya penyempurnaan ini tergolong ambisius mengingat Sinner sebenarnya menutup musim 2025 sebagai "pemimpin servis" berdasarkan statistik ATP. 

Keberhasilan meraih enam gelar juara, termasuk trofi ATP Finals kedua berturut-turut tahun lalu, tak lepas dari efektivitas servis dan raihan poin servis pertamanya yang sangat tinggi.

Namun, bagi Sinner, statistik tersebut belum membuatnya puas. 

"Kadang-kadang saya masih kehilangan bola servis. Itu bukan pukulan yang membuat saya merasa sangat aman," lanjut Sinner. "Tetapi pada saat yang sama kami sedang memperbaikinya. Itu adalah salah satu pukulan yang dapat memberi Anda banyak hal hebat."

Selain aspek teknis, Sinner juga terus memperkuat sisi psikologisnya dengan menggandeng pelatih mental ternama, Dr. Riccardo Ceccarelli. Ia mengaku sering berkomunikasi secara konsisten untuk menyempurnakan pola pikir di setiap fase musim. 

"Senang memiliki orang yang stabil dan dia sekarang juga sedikit lebih memahami saya," tuturnya mengenai etos kerja bersama sang dokter.

Perbaikan di segala lini ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Sinner untuk merebut kembali posisi peringkat satu dunia dari rival beratnya, Carlos Alcaraz. 

Selain itu, ia berambisi menorehkan sejarah sebagai petenis putra kedua di era Open yang mampu memenangi tiga gelar Australia Terbuka berturut-turut, mengikuti jejak Novak Djokovic.

Di babak selanjutnya, Sinner akan menghadapi tantangan dari petenis tuan rumah, James Duckworth. Laga ini diprediksi tidak akan mudah bagi Sinner, mengingat Duckworth saat ini unggul 2-1 dalam catatan pertemuan (head to head) keduanya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya