Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS putri Indonesia, Janice Tjen, tengah menjadi pembicaraan hangat di sirkuit profesional. Bukan sekadar kemenangan biasa, Janice mulai dikenal sebagai pemain yang mampu menjinakkan petenis dengan peringkat jauh di atasnya, termasuk para penghuni 30 besar dunia.
Kunci utama yang membuat Janice menjadi "mimpi buruk" bagi lawan-lawannya terletak pada kecerdasan taktis dan variasi pukulan yang tidak lazim. Berbeda dengan gaya permainan modern yang cenderung mengandalkan kekuatan power hitting dari garis belakang, Janice justru merusak ritme lawan dengan kombinasi slice yang rendah, dropshot akurat, dan penempatan bola yang sangat presisi.
Banyak pemain top 30 yang terbiasa dengan adu reli keras. Namun, saat menghadapi Janice, mereka dipaksa keluar dari zona nyaman. Janice sering kali mengubah kedalaman bola secara mendadak, membuat lawan sulit membangun momentum serangan. Intensitas pergerakan kakinya yang eksplosif juga memungkinkannya menjangkau bola-bola sulit dan membalikkan keadaan dalam posisi tertekan.
Selain faktor teknis, mentalitas Janice di lapangan menjadi pembeda. Ia dikenal sangat tenang meski menghadapi poin-poin krusial melawan pemain berpengalaman. Hal ini seringkali memicu frustrasi di pihak lawan, yang berujung pada banyaknya kesalahan sendiri (unforced errors) dari para pemain unggulan tersebut.
"Saya hanya mencoba fokus pada setiap poin dan tidak terintimidasi oleh peringkat lawan. Di lapangan, semua memiliki peluang yang sama," ujar Janice dalam sebuah kesempatan wawancara usai pertandingan.
Tren positif ini diharapkan terus berlanjut seiring dengan kenaikan peringkat dunianya. Jika konsistensi ini terjaga, Janice Tjen diprediksi akan segera menembus jajaran elit petenis dunia dan menjadi ancaman serius di turnamen-turnamen Grand Slam mendatang.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Duet Aldila/Ingrid menyudahi perlawanan Baptista/Stearns melalui drama tiga set dengan skor 6-2, 6-7, dan 10-6 di Miami Terbuka.
Jannik Sinner, tampil dominan saat menyingkirkan wakil Bosnia dan Herzegovina, Damir Dzumhur. Sinner menutup laga dengan skor identik 6-3 dan 6-3 dalam waktu 70 menit.
Kompetisi Grup I Zona Asia/Oseania Piala Billie Jean King (BJK Cup) 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 7-11 April mendatang.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin takluk dari pasangan Denmark, Christian Faust Kjær/Rasmus Kjær, melalui pertarungan rubber game dengan skor 18-21, 21-12, dan 14-21 di Orleans Masters.
Aldila Sutjiadi akan berduet dengan petenis asal Estonia, Ingrid Neel, yang kebetulan juga tengah mencari rekan duet untuk turnamen level WTA 1000 ini.
Janice Tjen takluk dari wakil Kazakhstan, Yulia Putintseva, melalui pertarungan sengit tiga set dengan skor 6-3, 3-6, dan 4-6 di putaran pertama Miami Terbuka.
Duet Aldila/Ingrid menyudahi perlawanan Baptista/Stearns melalui drama tiga set dengan skor 6-2, 6-7, dan 10-6 di Miami Terbuka.
Jannik Sinner, tampil dominan saat menyingkirkan wakil Bosnia dan Herzegovina, Damir Dzumhur. Sinner menutup laga dengan skor identik 6-3 dan 6-3 dalam waktu 70 menit.
Kompetisi Grup I Zona Asia/Oseania Piala Billie Jean King (BJK Cup) 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 7-11 April mendatang.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin takluk dari pasangan Denmark, Christian Faust Kjær/Rasmus Kjær, melalui pertarungan rubber game dengan skor 18-21, 21-12, dan 14-21 di Orleans Masters.
Aldila Sutjiadi akan berduet dengan petenis asal Estonia, Ingrid Neel, yang kebetulan juga tengah mencari rekan duet untuk turnamen level WTA 1000 ini.
Janice Tjen takluk dari wakil Kazakhstan, Yulia Putintseva, melalui pertarungan sengit tiga set dengan skor 6-3, 3-6, dan 4-6 di putaran pertama Miami Terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved