KEKALAHAN Leylah Fernandez menjadi sorotan dunia setelah ia harus mengakui keunggulan Janice Tjen, petenis Indonesia yang sedang naik daun. Fernandez, yang memulai turnamen sebagai salah satu favorit untuk melaju jauh, gagal meredam agresivitas Tjen dalam laga yang berlangsung selama 1 jam 43 menit.
Profil dan Karier Leylah Fernandez
Leylah Annie Fernandez lahir pada 6 September 2002 di Montreal, Quebec, Kanada. Petenis kidal berusia 23 tahun ini mulai dikenal luas secara global saat mencatatkan sejarah sebagai finalis Amerika Serikat (AS) Terbuka 2021 di usia remaja. Meski kalah dari Emma Raducanu di partai puncak, performanya saat itu menjadikannya salah satu bintang muda paling menjanjikan di sirkuit WTA.
Sepanjang kariernya, Fernandez telah mengoleksi lima gelar tunggal WTA, termasuk kemenangan beruntun di Monterrey Terbuka (2021, 2022) serta gelar di Hong Kong, Osaka, dan Washington DC pada musim 2023 dan 2025. Peringkat terbaiknya adalah nomor 13 dunia yang diraih pada Agustus 2022.
Statistik Pertandingan Melawan Janice Tjen
Dalam laga melawan Janice Tjen di Australia terbuka2026, Fernandez tampak kesulitan menemukan ritme servisnya. Berdasarkan data statistik pertandingan, Fernandez hanya memenangkan 56% poin dari servis pertamanya dan melakukan 28 unforced errors.
Meskipun sempat memberikan perlawanan sengit di set kedua hingga memaksa tiebreak, Fernandez gagal membendung dominasi Tjen yang tampil tanpa beban. Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Fernandez yang sebelumnya menargetkan melampaui capaian putaran ketiga di Melbourne Park.
Biodata Singkat Leylah Fernandez:
- Nama Lengkap: Leylah Annie Fernandez
- Negara: Kanada
- Tanggal Lahir: 6 September 2002 (23 Tahun)
- Tangan Dominan: Kidal (Left-handed)
- Peringkat Tertinggi: 13 (Agustus 2022)
- Prestasi Utama: Finalis US Open 2021, 5 Gelar Juara WTA
Bagi tenis Indonesia, kemenangan Janice Tjen atas Fernandez merupakan sejarah besar mengingat Janice Tjen menjadi petenis Merah Putih pertama yang menang di babak utama Australia Terbuka dalam 28 tahun terakhir sejak Yayuk Basuki pada 1998.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
