Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MAX Verstappen tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya setelah hanya menempati posisi keenam dalam sesi Sprint Qualifying GP Sao Paulo, Jumat (7/11). Hasil ini menjadi pukulan bagi ambisinya menyalip pemimpin klasemen, Lando Norris, dalam perebutan gelar musim 2025.
Datang ke Brasil dengan momentum positif setelah memangkas selisih dari 104 poin menjadi 36 poin dalam lima balapan terakhir, Verstappen berharap bisa semakin mendekatkan jarak di klasemen. Namun, dia justru tertatih-tatih di sesi penentuan grid pertama, menyebut mobil Red Bull-nya “rusak” dan “tidak bisa dikendalikan” melalui radio tim.
"Tidak. Mobil banyak getaran, banyak masalah suspensi. Itu bukan yang kami inginkan. Selain itu, kami juga kurang grip. Sektor tengah sangat buruk, jadi saya tidak bisa membuat mobil berbelok. Bagian belakang juga tidak bisa diandalkan. Secara keseluruhan, cukup buruk, tapi ya sudahlah," ujar Verstappen.
Dengan rival gelar Lando Norris dan Oscar Piastri berada di posisi pertama dan ketiga, Verstappen sadar tugasnya untuk membatasi kerugian di Sprint Race Sabtu akan sangat berat, bahkan jika cuaca berubah.
"Saya tidak tahu. Kita lihat saja. Jelas kami masih kekurangan sesuatu, dan saya tidak mengharapkan tiba-tiba akan jauh lebih baik di kondisi basah. Kita lihat besok," lanjutnya.
Rekan setim Verstappen, Yuki Tsunoda, menghadapi masalah lebih berat lagi, memulai Sprint dari posisi ke-18 setelah mengalami hari yang sulit di Brasil, termasuk terlibat kecelakaan dalam satu-satunya sesi latihan.
Hasil kualifikasi ini menunjukkan tantangan nyata bagi Red Bull menjelang Sprint Race di Interlagos, di mana pengelolaan strategi, performa mobil, dan kemungkinan cuaca akan menjadi kunci bagi Verstappen untuk menjaga peluang gelarnya tetap hidup. (Formula 1/Z-2)
Max Verstappen menekankan bagaimana peran Christian Horner yang selalu pasang badan untuknya di masa-masa sulit.
Sebelumnya, Verstappen sempat dikabarkan akan kembali memakai nomor 33 yang identik dengannya sebelum meraih gelar juara dunia pada 2021.
Helmut Marko, yang juga dikenal sebagai tangan kanan mendiang salah satu pendiri Red Bull, Dietrich Mateschitz, telah menjadi arsitek di balik program pembalap junior tim Formula 1 itu.
Pembalap Red Bull Max Verstappen mengaku bangga dengan perjuangan yang telah ia dan timnya lakukan, meski hasil akhir tidak sesuai harapan.
Jelang GP Abu Dhabi, pembalap Red Bull Max Verstappen memilih untuk menjalani persiapan dengan santai, banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya sebelum terbang ke Uni Emirat Arab.
Pembalap Red Bull Yuki Tsunoda tetap optimistis soal kariernya di Formula 1 meski tidak lagi mengisi satu dari dua kursi pembalap utama timnya di musim 2026 setelah digantikan Isack Hadjar.
Oscar Piastri finis ketiga di Sprint Qualifying Sao Paulo, siap mengejar Lando Norris dan memanfaatkan peluang untuk menjaga persaingan gelar tetap ketat.
Lando Norris mengamankan pole position untuk sprint race GP Sao Paulo, mengungguli Kimi Antonelli dan rekan setim sekaligus rival gelar Oscar Piastri di posisi ketiga.
Max Verstappen mengakui dirinya membutuhkan sedikit keberuntungan untuk mengejar poin dua pembalap McLaren.
Raihan tersebut adalah finis terbaik Alpine pada musim ini setelah sebelumnya mencatatkan finis terbaik pada posisi kesembilan yang ditorehkan Esteban Ocon dan Pierre Gasly.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved