Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
JANNIK Sinner menepis keraguan tentang kondisi fisiknya menjelang Paris Masters setelah petenis Italia itu meraih gelar di ATP 500 di Wina, saat ia berjuang melawan kram di akhir pertandingan final tiga set melawan Alexander Zverev.
Tiga minggu sebelumnya, Sinner mengundurkan diri di putaran kedua turnamen ATP di Shanghai karena kram. Ia meninggalkan lapangan dengan berjalan pincang sambil meringis kesakitan. Namun, unggulan kedua itu menegaskan dirinya siap untuk memulai penampilan keempatnya di turnamen ATP 1000 Paris Masters.
"Saya tidak khawatir secara fisik," kata Sinner dalam konferensi pers prapertandingan, dikutip dari ATP, Rabu (29/10).
"Saya juga merasa dalam kondisi yang baik dalam hal tenis. Jadi saya berharap untuk awal yang baik, dan kemudian kita lihat bagaimana hasilnya. Final Wina sangat menguras tenaga. Tubuh saya terasa baik sekarang," lanjutnya.
Sebagai peraih 22 gelar tingkat tur dengan catatan yang terus bertambah, Sinner memiliki kesempatan untuk mencatatkan tonggak sejarah baru pekan ini.
Petenis Italia itu mengincar trofi pertamanya di Paris Masters. Dalam tiga penampilan sebelumnya, Sinner hanya meraih satu kemenangan. Ia absen di edisi tahun lalu karena sakit.
Sinner sedang mengejar kembali peringkat No.1 dunia yang direbut Carlos Alcaraz setelah Amerika Serikat (AS) Terbuka.
Jika Sinner dapat mengangkat trofi ATP Masters 1000 pertamanya musim ini, peringkat 1 akan berpindah tangan.
Ia telah meraih empat gelar musim ini, memenangi gelar-gelar major di Australia Terbuka dan Wimbledon, serta memenangi turnamen di Beijing dan Wina, bulan lalu.
Ketika diminta merenungkan musimnya, Sinner memulai dengan merujuk pada salah satu target utamanya untuk 2025.
"Saya merasa salah satu tujuan kami adalah mencoba melaju sejauh mungkin di Wimbledon, dan saya tidak mungkin mendapatkan hasil yang lebih baik lagi," kata Sinner, yang mengalahkan Alcaraz di final Wimbledon untuk meraih gelar pertamanya di turnamen major lapangan rumput tersebut.
"Jadi, jika Anda bertanya kepada saya apa yang paling membuat saya bangga, saya akan menjawab, 'Memenangi Wimbledon'."
"Namun, di saat yang sama, musim ini juga luar biasa, mencapai empat final Grand Slam. Banyak sekali pertandingan hebat yang saya mainkan sepanjang musim."
"Berbicara tentang musim ini secara umum, sungguh luar biasa. Sangat, sangat konsisten. Banyak kemenangan," tambah petenis berusia 24 tahun itu.
Meski begtiu, Sinner juga mengakui bahwa musim ini belum berakhir. Dengan catatan 48-6, menurut indeks menang/kalah ATP selama musim ini, ia akan berusaha memperbaiki catatan tersebut dalam upaya meraih 50 kemenangan pertandingan untuk tahun ketiga berturut-turut.
Setelah Paris, Sinner akan kembali ke ATP Finals, yang tahun lalu ia menangi tanpa kehilangan satu set pun.
"Turnamen yang saya nantikan adalah Turin. Tahun lalu merupakan pencapaian yang luar biasa di sana. Jadi kami berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin di sana," ungkap Sinner, salah satu dari empat petenis tunggal yang telah lolos ke delapan besar.
"Namun, sebelum itu, ada turnamen penting yang tidak saya ikuti tahun lalu, yaitu di sini. Saya tidak pernah bermain bagus di sini. Jadi semoga saya bisa mengubah beberapa hal tahun ini. Lalu kita lihat bagaimana nanti," pungkasnya. (Ant/Z-1)
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
UNGGULAN Utama Aryna Sabalenka mengawali kampanye perburuan gelar Australia Terbuka 2026 dengan hasil positif.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
PETENIS asal Indonesia Janice Tjen bersama pasangannya asal Polandia Katarzyna Piter sukses ke babak final Hobart International 2026 mengalahkan unggulan ketiga ajang WTA 250
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Fokus studi Casper Ruud tertuju pada nama-nama seperti petenis 19 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, dan talenta Rep Ceko, Jakub Mensik.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Di perempat final Hobart International, Janice Tjen dan Katarzyna Piter mengalahkan pasangan Nadiia Kichenok dan Makoto Ninomiya.
Aldila Sutjiadi, bersama pasangannya Giuliana Olmos (Meksiko), harus terhenti di babak perempat final turnamen Hobart International 2026 usai dikalahkan Eri Hozumi dan Fang Hsien Wu.
Duel antara Tatjana Maria, 38 dan Venus Williams, 45, mencatatkan rekor sebagai kombinasi usia tertua dalam satu pertandingan tur WTA sejak organisasi tersebut didirikan pada 1973.
Setelah melewati laga pembuka dengan kemenangan, Aldila mengungkapkan harapannya untuk dapat bertemu rekan senegaranya, Janice Tjen, di babak final Hobart International.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved