Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
CARLOS Alcaraz tampak bingung dengan hasil pertandingan babak pembukanya di Paris Masters setelah kalah dari Cameron Norrie dengan 6-4, 3-6, dan 4-6, Rabu (29/10) WIB.
Alcaraz tiba di Paris dengan kejelasan, keyakinan, dan momentum, setelah memenangi delapan gelar dan kembali ke peringkat No.1 dunia.
"Saya datang ke sini dengan sangat baik. Saya datang ke sini dengan penuh energi. Saya datang ke sini dengan keyakinan bahwa saya bisa meraih hasil yang baik karena saya telah bermain tenis dengan sangat baik," kata Alcaraz, dikutip dari ATP.
"Ini adalah tahun terbaik bagi saya dalam hal bermain di akhir tahun. Jadi saya sudah berbicara dengan beberapa pemain lain, dengan tim saya, bahwa saya merasa hebat."
"Di tahun-tahun lain saya merasa lelah, saya merasa lelah secara mental dan fisik. Tapi tahun ini saya merasa baik. Saya melewatkan Shanghai. Saya sudah di rumah selama beberapa hari agar saya bisa menikmati diri sendiri di sana dan bersantai, membantu tim, jadi saya tidak tahu apa yang terjadi di sini."
"Ini adalah turnamen yang sangat sulit bagi saya untuk bermain dengan baik, tetapi saya akan menemukan solusinya, dan saya pasti akan bermain tenis yang hebat di sini," lanjut petenis berusia 22 tahun itu
Pertandingan itu merupakan momen langka ketika Alcaraz kehilangan solusi. Musim ini, ia biasanya menemukan cara untuk membalikkan keadaan, tetapi di lapangan dalam ruangan di ibu kota Prancis itu, ia tidak dapat keluar dari masalah.
Dengan kurang dari dua minggu tersisa hingga ATP Finals, Alcaraz menghadapi perubahan cepat untuk mempersiapkan diri dalam upayanya meraih gelar pertamanya di ajang penutup musim tersebut.
"Saya akan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin, datang ke Turin, datang ke Piala Davis, turnamen-turnamen penting yang akan saya hadapi saat ini," kata Alcaraz.
"Saat ini, saya hanya ingin pulang, dan mari kita lihat apa yang akan saya lakukan. Tapi tentu saja saya akan berlatih dan mempersiapkan diri, dan tentu saja saya akan berusaha untuk tidak membiarkan ini terjadi lagi," tambahnya.
Kekalahan tersebut berarti rival berat Alcaraz, Jannik Sinner, bisa merebut kembali peringkat No.1 Dunia jika ia memenangi gelar pertamanya di Paris.
Norrie mengklaim ia akan 'mengambil alih' ketika ia melangkah ke lapangan bersama Alcaraz, dan meskipun kalah di set pertama, ia berhasil melakukannya.
Petenis Inggris itu memanfaatkan pukulan forehand topspin-nya yang keras dengan sangat efektif, mengerahkan variasi dan kegigihan untuk menghadapi Alcaraz.
Kesuksesan tersebut menandai kemenangan pertama Norrie atas petenis No. 1 dunia itu dan ia kini mencatatkan 3-5 dalam head to head dengan Alcaraz.
Meskipun Alcaraz memuji lawannya, ia masih mencari jawaban atas penampilannya yang di bawah standar.
"Saya banyak berlatih di sini, saya merasa hebat, luar biasa, bergerak di lapangan, memukul bola," kata Alcaraz.
"Saya memiliki semua ide yang jelas, semua tujuan yang jelas. Tapi hari ini, bahkan di set pertama yang saya menangi, saya merasa bisa melakukan lebih dari yang saya lakukan."
"Saya mencoba di set kedua hanya untuk menjadi lebih baik, tetapi justru sebaliknya. Saya merasa lebih buruk. Saya rasa saya harus memuji Cam, karena saya pikir dia tidak membiarkan saya bertahan atau kembali ke pertandingan," pungkas petenis Spanyol itu. (Ant/Z-1)
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
UNGGULAN Utama Aryna Sabalenka mengawali kampanye perburuan gelar Australia Terbuka 2026 dengan hasil positif.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
PETENIS asal Indonesia Janice Tjen bersama pasangannya asal Polandia Katarzyna Piter sukses ke babak final Hobart International 2026 mengalahkan unggulan ketiga ajang WTA 250
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Fokus studi Casper Ruud tertuju pada nama-nama seperti petenis 19 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, dan talenta Rep Ceko, Jakub Mensik.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Di perempat final Hobart International, Janice Tjen dan Katarzyna Piter mengalahkan pasangan Nadiia Kichenok dan Makoto Ninomiya.
Aldila Sutjiadi, bersama pasangannya Giuliana Olmos (Meksiko), harus terhenti di babak perempat final turnamen Hobart International 2026 usai dikalahkan Eri Hozumi dan Fang Hsien Wu.
Duel antara Tatjana Maria, 38 dan Venus Williams, 45, mencatatkan rekor sebagai kombinasi usia tertua dalam satu pertandingan tur WTA sejak organisasi tersebut didirikan pada 1973.
Setelah melewati laga pembuka dengan kemenangan, Aldila mengungkapkan harapannya untuk dapat bertemu rekan senegaranya, Janice Tjen, di babak final Hobart International.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved