Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Spanyol Marc Marquez akan memulai balapan dari posisi ketiga pada MotoGP Jepang setelah Francesco Bagnaia mencatatkan pole position, Sabtu (27/9). Hasil ini menempatkan Marquez kian dekat dengan gelar juara dunia ketujuhnya.
Marquez hanya membutuhkan tambahan tiga poin lebih banyak dibanding adiknya sekaligus rival terdekat, Alex Marquez, untuk memastikan gelar juara dunia di Sirkuit Motegi. Alex sendiri bakal mengawali lomba dari posisi kedelapan usai harus melewati kualifikasi pertama, yang baru kali ini ia jalani sepanjang musim.
Bagnaia, juara dunia dua kali, tampil impresif dengan catatan waktu 1 menit 42,911 detik, rekor baru lintasan, dalam kondisi kering dan sejuk. Ia unggul tipis 0,092 detik dari Joan Mir (Honda) yang berada di posisi kedua, sementara Marc Marquez terpaut 0,132 detik dari pemilik pole.
“Tidak ada yang bilang ini akan mudah. Saya memang sempat terjatuh saat latihan bebas pagi tadi, sedikit mengurangi rasa percaya diri. Namun, di sesi kualifikasi saya merasa nyaman dengan motor,” ujar Marquez dikutip dari AFP.
Musim ini Marquez kembali menunjukkan dominasi. Ia sudah mengoleksi 11 kemenangan grand prix dan memecahkan rekor poin satu musim dengan 512 angka. Peluang untuk mengunci gelar bisa ia raih lebih cepat, dimulai dari sprint race pada Sabtu sebelum grand prix utama Minggu besok.
Sementara itu, Bagnaia yang sepanjang musim kesulitan dan kini menempati posisi ketiga klasemen, kembali menemukan performa terbaik. “Perasaan saya luar biasa. Saya bisa menekan dan melakukan apa pun dengan motor. Hal ini yang hilang musim lalu,” ungkap Bagnaia.
Pedro Acosta menempati posisi keempat meski sempat kehilangan 10 menit sesi akibat masalah teknis pada motornya. Di belakangnya, Fabio Quartararo berada di urutan kelima, disusul Franco Morbidelli, Luca Marini, dan Alex Marquez. (AFP/Z-2)
MARC Marquez berpeluang mengunci gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya akhir pekan ini di Jepang. Kepastian itu akan menegaskan dominasinya musim ini
Marc Marquez berpeluang cetak kemenangan ke-100 dan kunci gelar dunia ke-7 di MotoGP Jepang 2025. Sejarah besar menanti di Motegi!
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved