Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERPISAHAN Petra Kvitova dengan "tempat spesialnya", Wimbledon, selalu menjadi momen yang emosional.
Tidak semua orang merayakan pencapaian profesional dan pribadi terbesar mereka di sini. Di sinilah Kvitova memenangkan dua gelar Grand Slam dan di Centre Court ia bertunangan, dan selama dua minggu Kejuaraan tahun lalu ia melahirkan putranya.
Jadi ketika Court One menyaksikan pertandingan terakhirnya di All England Club sebelum ia pensiun, akhir tahun ini, air mata mengalir untuknya dan tisu pun berhamburan di tribun.
Kekalahan 6-3 dan 6-1 dari unggulan ke-10 Emma Navarro disambut dengan tepuk tangan meriah untuk pemain yang telah lama dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di tur tersebut.
Mengingat kehormatan langka berupa kesempatan beberapa menit di mikrofon meskipun kalah dalam pertandingan, Kvitova mengatakan ia berharap mereka "bisa bermain sedikit lebih lama".
"Saya akan merindukan Wimbledon, saya akan merindukan tenis, saya akan merindukan kalian para penggemar - tetapi saya juga siap untuk babak selanjutnya dalam hidup," kata petenis putri berusia 35 tahun itu.
Dengan keluarganya menonton dari tribunnya, Kvitova mengucapkan terima kasih kepada mereka semua, termasuk beberapa pelatih yang pernah ia miliki, seraya menambahkan: "Pelatih pertama saya adalah ayah saya, pelatih terakhir saya adalah suami saya."
Suaranya bergetar ketika ia berbicara dalam bahasa Ceko saat menyapa keluarganya dan ia meluangkan waktu untuk meninggalkan lapangan dan menikmati momen-momen terakhirnya di sana.
Kvitova dikalahkan Navarro dalam penampilannya yang dipenuhi kesalahan, ditutup oleh kesalahan ganda pada match point.
Namun, sesekali ada sekilas pukulan forehand keras yang mendorong keberhasilannya di lapangan rumput, serta servis keras yang merupakan bagian dari permainan yang melambungkannya ke peringkat dua dunia.
"Rasanya tidak nyata melihat dia melakukan pukulan-pukulan keras ke arah saya dari seberang lapangan," kata Navarro. "Kadang-kadang terasa menakutkan."
"Petra memiliki karier yang luar biasa. Senang sekali bisa bermain melawannya hari ini," lanjutnya. (bbc/Z-1)
JANICE Tjen kembali mengukir sejarah bagi tenis Indonesia di panggung dunia. Tampil sebagai debutan di Australia Terbuka, petenis asal Jakarta ini sukses melaju ke babak kedua.
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
UNGGULAN Utama Aryna Sabalenka mengawali kampanye perburuan gelar Australia Terbuka 2026 dengan hasil positif.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
PETENIS asal Indonesia Janice Tjen bersama pasangannya asal Polandia Katarzyna Piter sukses ke babak final Hobart International 2026 mengalahkan unggulan ketiga ajang WTA 250
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
JANICE Tjen kembali mengukir sejarah bagi tenis Indonesia di panggung dunia. Tampil sebagai debutan di Australia Terbuka, petenis asal Jakarta ini sukses melaju ke babak kedua.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Di perempat final Hobart International, Janice Tjen dan Katarzyna Piter mengalahkan pasangan Nadiia Kichenok dan Makoto Ninomiya.
Aldila Sutjiadi, bersama pasangannya Giuliana Olmos (Meksiko), harus terhenti di babak perempat final turnamen Hobart International 2026 usai dikalahkan Eri Hozumi dan Fang Hsien Wu.
Duel antara Tatjana Maria, 38 dan Venus Williams, 45, mencatatkan rekor sebagai kombinasi usia tertua dalam satu pertandingan tur WTA sejak organisasi tersebut didirikan pada 1973.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved