Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSAINGAN internal di Ducati untuk musim 2025 mulai memanas, dengan munculnya perbedaan pandangan dari dua bersaudara Marc dan Alex Marquez, yang sama-sama membela pabrikan asal Italia tersebut.
Alex Marquez menyatakan bahwa dirinya mengerti alasan Ducati belum memberikan pembaruan (upgrade) pada motornya, sementara Marc justru menegaskan bahwa pada balapan di Aragon, mereka menggunakan motor yang identik.
Marc Marquez memulai debutnya bersama tim Gresini Ducati musim lalu menggunakan motor GP23, berdampingan dengan Alex.
Sementara itu, para pebalap pabrikan seperti Francesco Bagnaia, Enea Bastianini, Jorge Martin, dan Franco Morbidelli mendapat pembaruan pada motor GP24 mereka.
Marquez bersaudara harus puas dengan 'permen kecil', istilah yang mereka gunakan untuk menyebut komponen-komponen minor yang diberikan sepanjang musim.
Tahun ini, Marc berada di posisi puncak dalam struktur tim Ducati setelah menggantikan Bastianini, dan telah meraih empat kemenangan. Sementara itu, Alex masih menjadi pebalap tim satelit dan menjadi rival utama kakaknya dalam perebutan gelar juara.
Saat tes di Jerez pada 28 April lalu, Alex tak menerima satu pun komponen baru untuk motornya. Bahkan pada sesi tes resmi di Motorland Aragon, ia hanya turun di sesi pagi untuk menjajal sistem komunikasi radio yang direncanakan akan digunakan MotoGP musim depan, karena memang tak ada komponen baru yang perlu diuji.
“Musim lalu saya berada di situasi sebaliknya (tidak bertarung untuk menang) dan saya pikir itu adil,” ujar Alex dikutip dari Motorsport.
“Mungkin sekarang saya melihatnya sedikit kurang adil. Musim lalu, Marc juga tidak mendapat dukungan lebih dari Ducati, meski poinnya 200 lebih banyak dari saya. Saya sudah merasakan dua sisi kebijakan ini, jadi saya sepenuhnya memahami keputusan itu.”
Kebijakan yang dimaksud Alex adalah keputusan Ducati untuk hanya memberikan pembaruan kepada semua pebalap yang memakai motor tipe sama secara bersamaan, tanpa diskriminasi individu. Meski begitu, Alex meyakini bahwa kehadiran pembaruan tak akan terlalu mengubah situasi di lintasan.
“Saya tahu bahwa Marc, meski pakai motor saya, tetap akan lebih cepat dari saya akhir pekan ini. Saya tahu seberapa cepat Marc, dan itu tidak membuat saya frustrasi; justru itu memotivasi saya," ujar Alex.
Ketika ditanya soal situasi tersebut, Marc Marquez merendah dan menolak anggapan bahwa bersaing melawan rival dengan peralatan top-tier yang sama akan menambah nilai lebih pada gelarnya.
“Itu bukan keputusan saya. Musim lalu saya juga berada dalam posisi seperti itu dan hanya bisa menerima apa yang Ducati putuskan,” kata Marc.
“Saat ini, yang kami lakukan di tim pabrikan Ducati adalah mencoba berbagai hal untuk memperlebar jarak (dengan rival).”
Namun pernyataan Marc berikutnya memicu diskusi hangat. “Pada hari Minggu saat balapan (di Aragon), kami menggunakan motor yang identik dengan milik Alex, karena komponen baru belum sepenuhnya siap dipakai,” ungkapnya.
“Tentu saja, dia saudara saya dan saya menginginkan yang terbaik untuknya, tapi itu bukan sesuatu yang bisa saya putuskan.”
Marc Marquez sendiri keluar sebagai pemenang di Aragon, finis di depan adiknya dan mengembalikan dominasi Ducati setelah dua kemenangan sebelumnya diraih oleh Honda dan Aprilia. (I-3)
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Sprint Race GP Valencia dimenangkan oleh Alex Marquez.
ALEX Marquez tampil dominan pada Sprint MotoGP Valencia dan menuntaskan balapan sebagai yang tercepat. Pebalap Gresini Ducati itu langsung memimpin sejak tikungan pertama.
Setelah finis ketiga di sesi Sprint Race GP Portugal, Marco Bezzecchi mampu memperbaiki strategi dan tampil dominan di balapan utama di Sirkuit Portimao.
Marc Marquez dan adiknya, Alex Marquez, telah mengamankan posisi pertama dan kedua di klasemen akhir musim, sementara Marco Bezzecchi semakin memperlebar jaraknya dari Francesco Bagnaia.
Alex Marquez mencatat waktu tercepat di sesi latihan pertama MotoGP Portimao dengan 1:37.974, disusul Francesco Bagnaia dan Pedro Acosta yang hanya terpaut 0,088 detik.
Alex Marquez mengaku belajar dari kesalahan pada sesi sebelumnya, dan memilih tampil lebih tenang di awal balapan sebelum mulai menyerang di pertengahan lap pertama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved