Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
JANNIK Sinner ingin 'menghapus' laga final Prancis Terbuka yang berlangsung selama 5 jam 29 menit di Roland Garros dari ingatannya, setelah hampir menang melawan Carlos Alcaraz, tetapi gagal total dalam tie-break set kelima.
"Saya senang bisa tampil di level seperti ini. Masih senang dengan turnamen ini. Namun, yang ini jelas menyakitkan," kata Sinner, yang berusaha memenangi gelar major keempat dan gelar Prancis Terbuka pertamanya, dalam konferensi pers usai pertandingan, Senin (9/6).
"Tidak banyak yang bisa dibicarakan saat ini. Namun, sekali lagi, saya senang dengan cara kami berusaha untuk meningkatkan kemampuan setiap hari dan berusaha menempatkan diri saya di posisi seperti ini. Ini pertandingan tingkat tinggi, itu sudah pasti. Sangat senang bisa menjadi bagian dari ini. Namun, hasil akhirnya menyakitkan," lanjutnya.
Sinner tampak bergerak menuju kemenangan, unggul dua set dan satu break di set ketiga, lalu memimpin 5-3 di set keempat.
Namun, Alcaraz tidak menyerah. Petenis Spanyol itu berjuang keras, menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Alcaraz akhirnya memenangi tie-break untuk membawa pertandingan ke set kelima yang menegangkan.
Setelah pertandingan, Sinner ditanya bagaimana ia menangani perubahan emosi dan berhasil mengatur ulang pola pikirnya menjelang set penentuan.
"Saya mencoba menghapus semuanya, setiap set. Dalam Grand Slam, Anda mencoba memulai dari awal lagi," kata Sinner.
"Tentu saja saya kecewa dengan set keempat dan match point serta servis. Namun, sekali lagi, saya tetap bertahan secara mental. Saya tidak memberinya poin gratis. Saat pertandingan berakhir, ya sudah berakhir."
"Itu perasaan yang berbeda. Hal-hal yang berbeda berdatangan dalam pikiran Anda. Anda tidak dapat berubah lagi saat pertandingan berakhir. Namun, saat Anda memulai set kelima, Anda masih dapat mengubah beberapa hal," imbuh petenis berusia 23 tahun itu.
Sinner kini memegang catatan 6-10 di set kelima dan juga tidak pernah memenangi pertandingan yang berlangsung lebih dari 3 jam 50 menit (0-7).
Setelah berkompetisi di final Prancis Terbuka terlama dalam sejarah, Sinner segera mengesampingkan segala masalah fisik dan merasa senang dengan level yang ia temukan.
"Secara fisik, saya cukup baik-baik saja. Tentu saja, lelah. Ia juga lelah, karena itu adalah pertandingan fisik. Itu adalah pertandingan mental. Anda tidak dapat benar-benar mengubahnya. Saya tetap senang menjadi bagian dari pertandingan ini," kata Sinner.
"Saya pikir itu adalah pertandingan tingkat tinggi yang sangat, sangat tinggi, berlangsung lama... Kami mencoba untuk melupakannya dan mengambil sisi positifnya serta terus maju. Tidak ada cara lain," tambahnya.
Dengan mengklaim gelar major kelimanya, Alcaraz meningkatkan catatannya menjadi 8-4 dalam head to head antara keduanya. Persaingan sengit antara Alcaraz dan Sinner dimulai di ajang ATP Masters 1000 di Paris pada 2021, dengan pertemuan final Prancis Terbuka sebagai pertandingan terbaik mereka hingga saat ini.
Sinner berbagi pemikirannya tentang bagaimana menurutnya persaingannya dengan Alcaraz dibandingkan dengan persaingan di masa lalu.
"Saya pikir setiap persaingan berbeda. Dulu, mereka memainkan tenis yang sedikit berbeda. Sekarang bola melaju cepat. Sangat fisik. Sedikit berbeda dari sudut pandang saya, tetapi Anda tidak dapat membandingkannya," ungkap Sinner.
"Saya cukup beruntung untuk bermain melawan Novak, melawan Rafa. Di Grand Slam, Roger tidak pernah, sayangnya. Mengalahkan mereka, butuh banyak hal."
"Saya memiliki perasaan yang sama dengan Carlos dan beberapa pemain lainnya. Senang melihat kami juga dapat menghasilkan tenis seperti ini, karena saya pikir itu bagus untuk seluruh gerakan tenis dan penonton."
"Suasananya menyenangkan hari ini dan menjadi bagian darinya, ini sangat istimewa. Tentu saja, saya senang menjadi bagian dari ini," pungkas pemenang tiga gelar Grand Slam itu. (Ant/Z-1)
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
UNGGULAN Utama Aryna Sabalenka mengawali kampanye perburuan gelar Australia Terbuka 2026 dengan hasil positif.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
PETENIS asal Indonesia Janice Tjen bersama pasangannya asal Polandia Katarzyna Piter sukses ke babak final Hobart International 2026 mengalahkan unggulan ketiga ajang WTA 250
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Fokus studi Casper Ruud tertuju pada nama-nama seperti petenis 19 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, dan talenta Rep Ceko, Jakub Mensik.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Di perempat final Hobart International, Janice Tjen dan Katarzyna Piter mengalahkan pasangan Nadiia Kichenok dan Makoto Ninomiya.
Aldila Sutjiadi, bersama pasangannya Giuliana Olmos (Meksiko), harus terhenti di babak perempat final turnamen Hobart International 2026 usai dikalahkan Eri Hozumi dan Fang Hsien Wu.
Duel antara Tatjana Maria, 38 dan Venus Williams, 45, mencatatkan rekor sebagai kombinasi usia tertua dalam satu pertandingan tur WTA sejak organisasi tersebut didirikan pada 1973.
Setelah melewati laga pembuka dengan kemenangan, Aldila mengungkapkan harapannya untuk dapat bertemu rekan senegaranya, Janice Tjen, di babak final Hobart International.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved