Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ALEX Marquez mengungkapkan kekesalannya terhadap kondisi keamanan di tikungan 1 Sirkuit Silverstone setelah mengalami kecelakaan pada start awal MotoGP Inggris, Minggu (25/5). Pembalap Gresini itu menilai area run-off di tikungan tersebut tidak aman dan bisa membahayakan nyawa pembalap.
Alex sehari sebelumnya meraih kemenangan di sprint race. Pada sesi balapan Minggu, dia memimpin sebelum terjadi insiden.
Ketika mulai masuk ke tikungan 1 setelah start, Alex kehilangan kendali dan terjatuh. Tubuhnya terpental ke area aspal di sisi luar lintasan, sementara motornya menghantam tembok pembatas dengan keras.
Beruntung, balapan dihentikan setelah kejadian karena adanya tumpahan oli di lintasan dari insiden berikutnya yang melibatkan Aleix Espargaro dan Franco Morbidelli. Sang kakak Marc Marquez juga mengalami insiden.
Direktur balapan kemudian memutuskan start ulang karena sesuai aturan sesi bisa diulang jika terjadi banyak insiden dan pemimpin balapan jatuh sebelum tiga putaran.
Alex berhasil bangkit dan menyelesaikan balapan di posisi kelima. Usai balapan, dia menyoroti kurangnya gravel alias kerikil di titik ia terjatuh.
Menurutnya, kecelakaan itu bisa berujung fatal andai terjadi dengan kecepatan yang lebih tinggi. Dia membandingkannya dengan insiden yang menimpa Carlos Tatay di ajang Moto2 Eropa di Portimao tahun lalu.
“Sistem motor dan saya terlalu optimis. Tapi hari ini, soal keselamatan, saya ingin cukup kritis. Saat saya jatuh di titik itu, tidak ada gravel di sana,” ujar Alex dilansir Crash.
“Jadi, ini sama seperti yang terjadi di Portimao dengan Tatay, dan saya sangat dekat dengan tembok. Motor saya menabrak tembok dan saya hanya berjarak sekitar 15 meter dari sana,” lanjutnya.
Marquez menegaskan perlunya evaluasi dari Dorna mengenai aspek keselamatan di tikungan tersebut.
“Kita harus menghindari kejadian seperti ini. Kita perlu mengambil keputusan dan memeriksa ulang karena Dorna punya komisi keselamatan sendiri. Mereka harus lebih sigap soal ini. Jangan tunggu sampai sesuatu terjadi baru bertindak. Saya cukup marah soal ini,” ujarnya.
Di sesi ulang balapan, Marquez sempat kesulitan menjaga kecepatan karena kembali menggunakan ban depan medium. Dia mengungkapkan pemilihan ban merupakan keputusannya sendiri karena merasa ban lunak tidak akan bertahan hingga akhir balapan.
Kini, Alex Marquez tertinggal 24 poin dari sang kakak yang duduk di puncak klasemen. Meski begitu, ia tetap bersyukur bisa mengamankan posisi lima besar di tengah situasi sulit.
“Mungkin itu bukan pilihan terbaik, tapi kami finis di P5 dan kami harus melihat sisi positifnya,” tukasnya (H-4)
Marc Marquez berhasil naik podium meski sempat terjatuh dalam MotoGP Inggris.
Pembalap Ducati Marc Marquez membuat prediksi mengejutkan terkait dengan susunan pembalap MotoGP 2027.
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Performa Bagnaia sepanjang musim 2025 yang naik turun membuat posisinya di tim pabrikan Borgo Panigale mulai disorot.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved