Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN kepala tim Haas Formula 1 Guenther Steiner memprediksi tim pabrikan McLaren akan kembali menjadi juara konstruksi musim 2025.
Steiner menilai, saat ini, McLaren mempunyai dua pembalap utama yang sudah kenyang pengalaman dan terus menunjukkan perkembangan ke sisi positif semenjak dari hasil uji coba.
"Jadi, menurut saya, dua tim terkuat adalah Ferrari dan McLaren. Jika saya harus memilih di antara keduanya, McLaren, karena mereka melakukan pekerjaan dengan baik tahun lalu. Saya pikir mereka sangat bagus di akhir musim," kata Steiner dikutip dari laman daring Formula 1, Rabu (5/3).
Steinir mengatakan persaingan empat besar masih akan tetap sama dengan musim lalu yakni antara McLaren, Ferrari, Red Bull, dan Mercedes.
Meski terdapat sejumlah perubahan di tim Ferrari, Red Bull, dan Mercedes, yang mendatangkan pembalap baru, Steiner menilai perubahan tersebut tidak cukup untuk bisa merusak dominasi McLaren di dua musim terakhir.
Ferrari baru saja menggaet pembalap berpengalaman, juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton dari Mercedes.
Sementara Mercedes menunjuk rookie Kimi Antoneli untuk mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Hamilton.
Di kubu Red Bull, mereka memasangkan jawara dunia empat musim terakhir Max Verstappen dengan rookie Liam Lawson.
"Saya melihat keempat tim kembali bersaing begitu dekat tahun lalu, pada akhirnya, sangat berdekatan," kata Steiner yang tahun ini akan bertindak sebagai duta GP Miami 2025.
"Tetapi, favorit saya adalah Ferrari dan McLaren, karena mereka sangat kuat pada akhir tahun lalu dan saya pikir mereka tahu apa yang dibutuhkan mobil agar bisa melaju kencang," imbuhnya.
Formula 1 musim 2025 akan dibuka dengan GP Australia, yang akan berlangsung pada 14 hingga 16 Maret. (Ant/Z-1)
Red Bull Ford Powertrains langsung dinilai sebagai paket mesin terkuat jelang era regulasi 2026 setelah data uji coba pramusim di Bahrain menunjukkan keunggulan performa.
Peluncuran identitas visual tim dilakukan secara tidak biasa, yakni melalui tayangan iklan pada ajang Super Bowl, menandai keseriusan Cadillac memasuki panggung balap Formula 1.
Pembalap Ferrari Charles Leclerc optimistis bahwa peta persaingan akan semakin merata karena setiap tim Formula 1 memulai pengembangan dari titik nol.
Pembalap Red Bull Isack Hadjar kehilangan kendali di tikungan terakhir yang sangat cepat. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas jalan dengan bagian belakang terlebih dahulu.
Seorang juru bicara Williams menyebut bahwa absen di tes pramusim Formula 1 tersebut adalah "hasil rekayasa teknik yang lebih baik" di tengah situasi yang ada.
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang musim 2025, Ferrari dituntut untuk tampil kompetitif sejak balapan pembuka musim depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved