Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP anyar Red Bull Liam Lawson mengaku semakin nyaman mengendarai RB21 di sesi uji coba Formula 1 di Sirkuit Internasional Bahrain.
Lawson mencatatkan waktu terbaik sepanjang sesi latihannya dengan catatan 1 menit 30,252 detik dari 91 putaran uji coba pada hari kedua latihan.
"Saya mulai merasa nyaman dengan mobil. Ini akan menjadi hari yang sibuk untuk semua orang melakukan perbaikan dan evaluasi," ujar Lawson, akhir pekan lalu.
Pembalap asal Selandia Baru tersebut mengaku proses uji coba tidak berjalan sempurna karena menemukan sejumlah kendala, di antaranya rencana yang tak berjalan mulus karena cuaca.
Namun, Lawson menilai sesi tes ini akan menjadi modal yang sangat berarti baginya menghadapi Grand Prix Australia yang akan menjadi kejuaraan pembuka musim ini.
"Ini akan menjadi kali terakhir saya mengendarai mobil sebelum Melbourne, untuk memperbaikinya, dan kami akan mengevaluasi dari hasil tes ini untuk menghasilkan mobil dengan keseimbangan terbaik untuk balapan pertama," pungkas Liam. (Ant/Z-1)
Red Bull Ford Powertrains langsung dinilai sebagai paket mesin terkuat jelang era regulasi 2026 setelah data uji coba pramusim di Bahrain menunjukkan keunggulan performa.
Pembalap Red Bull Isack Hadjar kehilangan kendali di tikungan terakhir yang sangat cepat. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas jalan dengan bagian belakang terlebih dahulu.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Max Verstappen menekankan bagaimana peran Christian Horner yang selalu pasang badan untuknya di masa-masa sulit.
Sebelumnya, Verstappen sempat dikabarkan akan kembali memakai nomor 33 yang identik dengannya sebelum meraih gelar juara dunia pada 2021.
Helmut Marko, yang juga dikenal sebagai tangan kanan mendiang salah satu pendiri Red Bull, Dietrich Mateschitz, telah menjadi arsitek di balik program pembalap junior tim Formula 1 itu.
Max Verstappen mengonfirmasi menyukai unggahan kritik terhadap keputusan Red Bull menggantikan Liam Lawson dengan Yuki Tsunoda bukanlah sebuah kesalahan.
Christian Horner menyebut pertukaran itu dilakukan karena Red Bull berambisi untuk memborong gelar juara dunia dan juara tim konstruksi.
Liam Lawson menjalani dua grand prix yang sangat mengecewakan dan membuat manajemen Red Bull bergerak cepat.
Max Verstappen mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan Red Bull menggantikan Liam Lawson dengan Yuki Tsunoda di tim Racing Bulls setelah hanya dua balapan.
Liam Lawson memulai debutnya dengan buruk seusai mengalami kecelakaan di GP Australia. Setelah itu, Lawson juga hanya mampu finis di urutan ke 15 pada GP Tiongkok.
Kepala tim Formula 1 Red Bull Christian Horner menanggapi rumor pertukaran pembalap Liam Lawson dengan pembalap Racing Bull Yuki Tsunoda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved