Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Lenovo Francesco Bagnaia mengaku tetap antusias dan tidak sabar untuk tampil pada balapan kandangnya, yakni GP San Marino di Sirkuit Misano, Italia, akhir pekan ini, terlepas dari kondisi fisiknya yang belum pulih akibat crash pekan lalu di Aragon.
"Secara fisik, saya masih belum 100%. Tetapi, saya bekerja keras untuk balapan tanpa rasa tidak nyaman," ungkap Bagnaia, dikutip dari laman resmi Ducati, Kamis (5/9).
Bagi sang juara bertahan, tekadnya untuk tetap kompetitif pada balapan di San Marino dilatarbelakangi oleh perasaan yang emosional karena sirkuit ini dekat dengan keluarga dan para penggemar Ducati.
Baca juga : Ini Alasan Tim Ducati Lenovo Pakai Livery Berbeda di GP San Marino
"Saya sangat gembira bisa balapan di Misano akhir pekan ini. GP San Marino selalu menjadi ajang yang seru, karena saya akan balapan hanya beberapa kilometer dari rumah, dan akan ada banyak penggemar di sana untuk mendukung kami," kata Bagnaia, yang kini menempati posisi kedua dalam klasemen sementara.
"Kami tahu kami punya potensi bagus di trek ini, dan akan sangat penting untuk segera tampil bagus agar bisa kompetitif," lanjut
pembalap yang akrab disapa Pecco itu.
Di sisi lain, rekan satu tim sekaligus kompatriotnya, Enea Bastianini, juga memiliki perasaan dan tekad yang sama.
Baca juga : Bagnaia Puas dengan Capaian di Moto GP San Marino
"Balapan di sini selalu menjadi sesuatu yang istimewa karena saya tumbuh besar dan tinggal beberapa kilometer dari sirkuit, oleh karena itu, ini adalah balapan kandang saya," tegas Bastianini.
Pembalap asal Rimini, yang meraih podium pertamanya di MotoGP di sini dengan finis di posisi ketiga pada GP edisi 2021, kini menempati posisi keempat dalam klasemen, hanya tertinggal satu poin dari Marc Marquez (Gresini Racing) yang berada di posisi ketiga.
"Dibandingkan minggu lalu, saya rasa kami akan menemukan suasana yang lebih baik di Misano. Bagaimana pun, penting untuk memulai dengan
cepat pada hari pertama dan kemudian melakukan kualifikasi dengan baik," kata Bastianini.
"Kami akan memberikan yang terbaik, dan saya berharap dapat balapan di depan semua penggemar kami," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Alex mengatakan bahwa target paling realistis musim ini adalah mempertahankan posisi runner-up klasemen.
Di GP San Marino, Alex Marquez naik podium usai finis di posisi ketiga setelah bersaing ketat dengan pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez dan pembalap Aprilia Marco Bezzecchi.
Dalam balapan MotoGP di Sirkuit Misano, Minggu (14/9) itu, Aldeguer finis urutan keenam dengan selisih waktu 16,069 detik di bawah pemenang balapan, pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez.
Marc Marquez menirukan selebrasi Lionel Messi dengan mengangkat jaket balap di podium,
Marc Marquez kini mengoleksi 512 poin atau unggul 182 angka atas adiknya, Alex Marquez.
Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi memenangi sprint race GP San Marino 2025, Sabtu (13/9), melengkapi pencapaian posisi pole di balapan tersebut.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved