Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putri bulu tangkis Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Ramadhanti mengaku tidak ingin patah semangat meskipun tidak berhasil lolos ke perempat final Olimpiade Paris 2024.
Langkah Apri/Fadia dipastikan terhenti di ajang olahraga terbesar di dunia itu setelah berada di peringkat terakhir Grup A dan tidak mengoleksi satu pun kemenangan.
"Pastinya sedih, sedih dan kecewa, karena di tiga pertandingan ini kalah semua. Tapi, saya bersyukur bisa tampil di Olimpiade. Saya akan terus berproses untuk ke depannya," kata Fadia, dikutip dari keterangan singkat Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Selasa (30/7).
Baca juga : Mengenal Lebih Dekat Siti Fadia Ramadhanti, Bintang Muda Bulu Tangkis di Olimpiade Paris 2024
Apri, yang sudah pernah memenangkan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, mengaku tampil di Paris dengan semangat yang baru.
"Apri pribadi sudah tidak mau membawa (pencapaian di) Tokyo. Sekarang saya main dengan partner baru, sehingga secara mentalitas pikiran itu sudah harus berubah," ungkap Apri.
"Jadi (emas Olimpiade Tokyo) kemarin, itu menjadi motivasi saya, itu menjadi achievement luar biasa untuk saya. Kami memang sedih banget hari ini, kecewa juga hari ini, banyak pelajaran yang kami ambil juga untuk ke depannya," tambahnya.
Baca juga : Apri/Fadia Tegaskan Siap Tampil di Olimpiade Paris 2024
Di sisi lain, Fadia, yang baru pertama kali tampil di panggung Olimpiade, mengaku belajar banyak dari tiga pertandingan yang ia lakoni bersama Apri.
"Pelajaran yang paling berharga banget buat aku, terutama karena ini Olimpiade pertama buat aku. Perjalanan ke sini tidak mudah juga, sempat naik-turun, sampai juga cedera," ungkap Fadia.
"Banyak juga struggle yang kita lewati, dan pastinya itu menjadi pembelajaran paling berharga untuk terus berproses," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Rifda Irfanaluthfi merupakan atlet senam pertama Indonesia yang tampil di ajang Olimpiade, di Olimpiade Paris 2024.
Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, resmi masuk dalam daftar nominasi penghargaan “The World Games Athlete of the Year 2024” yang diumumkan oleh IWGA
Olympic Solidarity adalah inisiatif program pengembangan global dari IOC yang bertujuan mendukung NOC di semua negara anggota di seluruh dunia.
KIPRAH Indonesia di ajang olahraga internasional multievent terbilang cukup membanggakan. Terakhir, Indonesia mencatatkan torehan apik pada ajang Olimpiade 2024 Paris.
Di Olimpiade Paris 2024, baik LeBron James maupun Stephen Curry memainkan peran penting dalam perolehan medali emas Amerika Serikat (AS).
Gregoria Mariska Tunjung dan Veddriq Leonardo sukses mempersembahkan medali dari Olimpiade Paris 2024.
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved