Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
NOVAK Djokovic mencetak sejarah setelah bertahan di posisi sebagai petenis nomor satu dunia pada pekan ini. Petenis Serbia itu memecahkan rekor Roger Federer sebagai petenis peringkat satu dunia putra tertua sepanjang sejarah.
Pada Minggu (31/3) lalu, Djokovic melewati rekor Federer dengan menjadi petenis peringkat satu dunia tertua sepanjang sejarah di usia 36 tahun dan 321 hari.
Djokovic membuktikan diri sebagai petenis yang tidak tertandingi bahkan hingga di dekade keempat sebagai petenis profesional.
Baca juga : Andre Agassi Puji Novak Djokovic
Dikutip dari laman dari ATP, Senin (1/4), sejak berusia 30 tahun pada 22 Mei 2017, petenis Serbia itu telah memenangi 31 gelar tingkat tur, termasuk 12 dari 24 Grand Slam, 10 dari 40 gelar ATP Masters 1000, dan dua dari tujuh trofi Nitto ATP Finals.
Kerja keras dan profesionalisme Djokovic yang terkenal dalam setiap aspek persiapan, pelatihan, dan pemulihannya telah memastikan ia tetap menjadi salah satu atlet terbaik dalam olahraga tenis hingga usia pertengahan 30-an.
Untuk melengkapi kecemerlangannya di lapangan, ia telah lama berlatih yoga dan meditasi untuk membantu kesehatan fisik dan mentalnya, sementara ia juga melakukan semua yang ia bisa dalam hal pola makan untuk menjaga dirinya tetap bugar.
Baca juga : Federer Puji Raihan Prestasi Djokovic
Djokovic sering berbicara tentang bagaimana munculnya rival-rival yang lebih muda telah mendorongnya ke tingkat yang lebih tinggi dan keunggulannya yang berkelanjutan memungkinkannya untuk secara konsisten bersaing dengan generasi baru bintang-bintang ATP Tour.
Djokovic pertama kali menjadi peringkat satu dunia pada 4 Juli 2011 di usia 24 tahun. Sebaliknya, rival besar Djokovic di Big Three, Federer dan Rafael Nadal, mencapai peringkat satu untuk pertama kalinya di usia 22 tahun.
Saingan terbaru Djokovic untuk posisi teratas, Carlos Alcaraz, menjadi petenis peringkat satu termuda dalam sejarah ATP Rankings pada September 2022 di usia 19 tahun.
Baca juga : Federer Lontarkan Pujian untuk Djokovic
Namun, dalam hampir 13 tahun sejak pertama kali menjadi peringkat satu dunia, Djokovic telah menghabiskan sebagian besar waktunya di puncak.
Senin (1/4), menandai dimulainya rekor pekan ke-419 sebagai petenis nomor satu dunia, yang berarti ia kini unggul 109 pekan dari peringkat kedua Federer (310 pekan).
Pada Februari 2023, Djokovic juga melampaui penghitungan Stefanie Graf yaitu 377 pekan untuk mengklaim rekor pekan terbanyak oleh petenis putra atau putri sebagai peringkat satu dunia. (Ant/Z-1)
Pencapaian di Sevilla ini merupakan kali ketiga Robi Syianturi memecahkan rekor nasional secara berturut-turut dalam tiga tahun terakhir
Perusahaan es krim cokelat Halocoko meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas program pembagian es krim terbanyak dalam satu tahun di Indonesia.
Permasalahan dalam legislasi saat ini dinilai telah menyentuh level fundamental, baik dari sisi substansi (material) maupun prosedur pembentukan (formal).
Berdasarkan catatan resmi liga, Russell Westbrook kini mengoleksi total 26.671 poin sepanjang kariernya dan bertengger di peringkat ke-15 sepanjang masa NBA.
TIM renang Indonesia melampaui target di SEA Games Thailand 2025 dengan mengoleksi 3 medali emas, 3 perak, dan 5 perunggu, sekaligus mencatat empat rekor nasional
Kevin Durant kembali menorehkan namanya dalam sejarah NBA.
Novak Djokovic menyingkirkan wakil AS Aleksandar Kovacevic dengan skor 6-4, 1-6, dan 6-4 pada pertandingan yang berlangsung Senin (10/3) waktu setempat.
Carlos Alcaraz memperpanjang rekor tak terkalahkan di 2026, sementara Novak Djokovic harus bermain tiga set untuk melaju ke babak ketiga Indian Wells Masters.
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
Rod Laver Arena akan menjadi ruang sidang sejarah pada Minggu (1/2). Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz tidak sekadar memperebutkan trofi Australia Terbuka
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved