Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putri bulu tangkis Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Ramadhanti mengatakan kekalahan mereka di babak 16 besar All England dengan skor 14-21, 21-10, dan 21-16 dari Rena Miyaura/Ayako Sakuramoto adalah karena keduanya bermain kurang percaya diri.
Dalam pertandingan yang dimainkan di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Kamis (14/3), Apriyani mengatakan dirinya bermain terlalu hati-hati sehingga tidak maksimal ketika memberi pukulan, khususnya di gim ketiga ketika ia dan Fadia takluk 16-21.
Di gim penentuan itu, Apri/Fadia sempat unggul 11-10 saat interval dan kemudian melebarkan keunggulan menjadi dua angka saat skor 15-13.
Baca juga : Melaju di All England, Apri Sebut Duetnya dengan Fadia Semakin Membaik
Namun, setelah itu, ganda putri peringkat sembilan dunia itu hilang konsentrasi lawan mereka, pasangan asal Jepang, mampu bangkit dengan menyamakan skor menjadi 16-16 dan kemudian menyudahi laga dengan kemenangan 21-16.
"Kami bermain terlalu hati-hati terutama di gim ketiga. Jadi seperti kami tidak yakin dengan pukulan kami saat unggul," kata Apri, dilansir dari keterangan resmi PBSI, Kamis (15/3).
"Pola permainan mereka hampir sama dengan ganda putri Jepang lainnya yang berani angkat bola tapi memang tadi mereka ada variasi no lobnya," tambahnya.
Baca juga : Pelatih Berharap Apri/Fadia Jaga Tren Positif di Jelang All England 2024
Apri pun menyayangkan kekalahan di babak 16 besar ini, karena menurutnya, ia dan Fadia seharusnya dapat melangkah lebih jauh lagi di All England tahun ini.
"Sangat disayangkan dengan hasil di All England ini, seharusnya kami bisa melaju lebih jauh," ucap pebulu tangkis berusia 25 tahun itu.
Hal senada juga dikatakan Fadia yang mengatakan kurang percaya diri di gim ketiga menyebabkan ia bermain terlalu terburu-buru.
"Selain itu, saya bermain terburu-buru. Ketika mengembalikan bola, tidak ada lanjutannya," aku Fadia. (Ant/Z-1)
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Pasangan ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, berhasil mengamankan tiket babak empat besar turnamen Jerman Terbuka 2026.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari melaju ke babak 16 besar Jerman Terbuka 2026.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Memasuki gim kedua dan ketiga, Amallia/Fadia tampil lebih tenang dan mampu membalikkan keadaan hingga memastikan gelar juara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved