Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA campuran menutup raihan target medali emas Indonesia di Asian Para Games 2022. Dalam laga All-Indonesian final ganda campuran SL3-SU5, pasangan Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila melawan Fredy Setiawan/Khalimatus Sadiyah.
Pertandingan final tersaji di Binjiang Gymnasium, Hangzhou, China pada Kamis (26/10), malam pertandingan berlangsung seru dan saling menekan.
Pada gim pertama Hikmat/Ratri langsung memberikan permainan menekan pada Fredy/Khalimatus. Permainan bola cepat Hikmat/Ratri tak mampu diimbangi oleh Fredy/Khalimatus. Gim pertama berakhir cepat dengan skor 21-7.
Baca juga: Debut Emas Rina/Subhan di Asian Para Games Hangzhou 2022
Di gim kedua Hikmat/Ratri kembali memimpin jalannya pertandingan. Fredy/Khalimatus sulit mengembalikan bola-bola cepat dari smash Hikmat/Ratri. Gim kedua dimenangkan Hikmat/Ratri dengan skor akhir 21-8, sekaligus memastikan medali emas.
“Saya berterima kasih sudah bisa mendapatkan emas di nomor ganda campuran ini. Mungkin di permainan tadi, lawan belum tampil maksimal. Karena kita juga sering bertemu di tempat latihan jadi saya rasa permainan Fredy dan Khalim hari ini tidak maksimal,” ucap Ratri.
Baca juga: Ganda Putra Indonesia Bagas/Fikri Melaju ke Final Denmark Open 2023
“Mungkin bukan kami yang terlalu bagus hari ini, cuma kami beruntung permainan mereka tidak maksimal,” sambungnya.
Kemenangan All Indonesian Final ganda campuran SL3-SU5, sekaligus mengunci target 19 medali emas yang diemban kontingen Indonesia dalam AiPG Hangzhou 2022.
Hingga Kamis (26/10), Skuad Merah Putih telah mengumpulkan total 62 medali dengan rincian 19 emas, 17 perak dan 26 perunggu. (Ndf/Z-7)
Eni Joe memaknainya sebagai The Beautiful Heart for Difabel, meskipun dengan segala keterbatasannya atlet difabel mampu turut serta mendukung dan melestarikan budaya Indonesia.
Muhadjir menegaskan pemberian hadiah rumah tidak berdasarkan jumlah medali yang didapatkan oleh para atlet, tetapi secara perorangan.
Kontingen Indonesia berhasil melebihi target dengan koleksi 29 medali emas, 30 perak, dan 36 perunggu
Torehan 95 medali tersebut membuat kontingen Merah Putih duduk di peringkat enam memenuhi target 10 besar dan juga melewati incaran target 19 emas.
Emas pertama datang dari Jendi Pangabean di nomor 100 m gaya punggung S9. Jendi berhak atas medali emas dengan catatan waktu 1:05,74 menit.
Satu medali emas diraih oleh Sri Sugiyanti yang dipiloti Ni’mal Magfiroh di nomor Women’s B Road Race dengan jarak tempuh 70km.
Bagi para penggemar yang ingin menyaksikan perjuangan awal para atlet di Indonesia Masters 2026, tiket dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau.
Bagi para penggemar yang ingin menyaksikan perjuangan awal para atlet di Indonesia Masters 2026, tiket dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau.
Jonatan Christie memutuskan absen di Indonesia Masters setelah melewati jadwal kompetisi yang sangat padat dalam dua pekan terakhir, yakni Malaysia Terbuka dan India Terbuka 2025.
INDONESIA Masters 2026 akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 20-25 Januari.
Di perempat final India Terbuka, Putri KW harus mengakui keunggulan unggulan pertama asal Korea Selatan, An Se Young. Putri kalah dalam dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 8-21.
Putri KW sempat kehilangan gim pertama sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan mengalahkan Line Kjaersfeldt dengan skor akhir 15-21, 21-9, dan 21-18.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved