Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Lenovo team, Francesco Bagnaia menunjukkan performa yang brilian dalam 27 lap balapan MotoGP Indonesia di Sirkuit Internasional Mandalika untuk meraih kemenangan GP keenamnya tahun ini dan kembali ke puncak klasemen.
Memulai dari baris ke-5 grid di urutan ke-13, Bagnaia membuat awal yang bagus dan sudah naik ke urutan keenam di akhir lap pembuka. Kemudian ke urutan ketiga di lap 3 di belakang duo Jorge Martin (Pramac Racing Team) dan Maverick Viñales (Aprilia).
Ketika Martin jatuh di lap 13, Bagnaia membutuhkan enam lap untuk menyalip rivalnya dari Aprilia, tetapi untuk sepertiga terakhir balapan, dengan ban yang cepat memburuk, ia harus berjuang keras untuk menahan Vinales dan Fabio Quartararo (Yamaha) yang sedang mengejarnya.
Baca juga : Temui Banyak Kendala di GP Mandalika, Duo Pembalap Ducati Siap Tampil Maksimal di Balapan Utama
Margin kemenangan Bagnaia 0,3 detik di bendera finis sudah cukup baginya untuk meraih kemenangan pertamanya sejak GP Austria paeda Agustus dan unggul 18 poin di klasemen pembalap
“Saya sangat senang, kemenangan ini sangat penting. Saya kesulitan di akhir pekan, tim saya sekali lagi telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, saya mencoba untuk beradaptasi, dan mereka memberi saya yang terbaik,” kata pembalap yang biasa disapa Pecco itu.
Bagnaia mengaku, sebelum momen Jorge Martin terjatuh, ia lebih banyak menunggu momen untuk mendahului, mengingat balapan di Mandalika cukup panjang mencapai 27 putaran.
Baca juga : Menang Dramatis di MotoGP Mandalika, Bagnaia Tunaikan Janji ke Fans Indonesia
“Saya menjaga ban saya kemudian ketika saya melihat lap tersisa, saya hanya mencoba mendorong lagi untuk menempatkan saya di depan. Menang di sini dan hari ini dan mulai dari P13 sangat bagus. Sekarang saya siap untuk berjuang sampai akhir seperti biasa,” katanya.
Di sisi lain, rekan setim Bagnaia, Enea Bastianini harus puas finis di peringkat kedelapan. Meski demikian, pembalap asal Italia yang memulai balapan dari posisi 11 itu sempat merosot ke posisi terakhir karena bersenggolan dengan Marc Marquez.
Setelah menjalani long lap penalty dari pelanggaran sebelumnya, ia secara bertahap merangsek kedepan dan mampu mencatatkan lap tercepat balapan dalam 1 menit 30.906 detik di lap 18, satu-satunya pembalap yang melaju di bawah 1 menit 31 detik.
“Saya cepat sepanjang akhir pekan, hari ini saya lebih cepat di balapan, dan saya pikir sekarang kami memiliki kecepatan yang baik untuk tampil baik di balapan berikutnya,” pungkasnya. (Z-5)
Melalui unggahan di media sosial, Bezzecchi menyampaikan penyesalannya.
Aldeguer yang berusia 20 tahun 183 hari meraih kemenangan bersejarah usai tampil impresif di MotoGP Indonesia 2025.
Motor Marquez bersenggolan dengan tunggangan pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi.
Aldeguer yang memulai dari barisan depan langsung memimpin balapan tanpa banyak tekanan.
PEMBALAP Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, tampil sebagai juara Sprint Race Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 (Gp Indonesia) yang berlangsung di sirkuit Mandalika.
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, menghadapi tantangan besar pada sesi latihan MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved