Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS nomor satu dunia, Carlos Alcaraz, mengungkapkan tidak akan terlalu terburu-buru dalam usahanya mempertahankan gelar juara di AS Terbuka. Ia mengatakan semua pertandingan berat.
Pemain asal Spanyol yang baru memperpanjang kontraknya dengan produsen raket, Babolat, mengungkapkan ia tidak ingin terlalu jauh melihat kemungkinan pertandingan pamungkas melawan petenis unggulan kedua dan juara Grand Slam sebanyak 23 kali, Novak Djokovic. Alacaz akan "fokus pada putaran pertama."
"Setiap turnamen Grand Slam yang saya ikuti, saya berusaha untuk keluar sebagai pemenang," ujar Alcaraz, yang akan membuka pertahanan gelarnya dengan melawan petenis Jerman peringkat 78, Dominik Koepfer.
Baca juga: Duel Swiatek dan Sabalenka Memanas di AS Terbuka, Grand Slam Terakhir
Tahun lalu, Alcaraz berhasil mengalahkan Caspar Ruud di final US Open untuk meraih gelar Grand Slam pertamanya diusia 19 tahun. Ia menjadi pemain termuda dalam sejarah peringkat dunia yang berhasil mencapai peringkat satu. "Kenangan tahun lalu sangat membekas, jadi mari kita raih lagi," ujarnya.
Datang sebagai unggulan teratas, Alcaraz mengakui ini adalah "perasaan yang berbeda," namun ia tidak akan terlalu memikirkannya. "Secara mental, kita akan mencoba melupakan bahwa saya harus mempertahankan gelar, fokus kami akan satu pertandingan demi satu pertandingan, memberikan yang terbaik di setiap pertandingan, dan kita akan lihat apakah pada akhirnya saya bisa tampil di level terbaik dan meraih gelar kedua di sini," tuturnya.
Baca juga: Aldila Sutjiadi Lolos ke Semifinal WTA Cleveland
"Setiap pemain di sini, setiap pertandingan sulit," peringatannya. "Setiap pemain berpotensi mengalahkan Anda."
Di lapangan, Alcaraz dianggap sebagai salah satu calon penerus potensial bagi pemain-pemain hebat seperti Djokovic, Rafael Nadal, dan Roger Federer. Namun, ia menggambarkan dirinya sebagai "sosok yang sangat sederhana, yang berusaha menjalani semuanya dengan cara terbaik."
"Rutinitas saya selalu sama, bertemu dengan orang-orang yang sama, dan melakukan hal-hal yang sama," paparnya. "Ini tidak memengaruhi kami dan kami menghadapinya dengan sangat alami." (AFP/Z-3)
Kompetisi Grup I Zona Asia/Oseania Piala Billie Jean King (BJK Cup) 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 7-11 April mendatang.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin takluk dari pasangan Denmark, Christian Faust Kjær/Rasmus Kjær, melalui pertarungan rubber game dengan skor 18-21, 21-12, dan 14-21 di Orleans Masters.
Aldila Sutjiadi akan berduet dengan petenis asal Estonia, Ingrid Neel, yang kebetulan juga tengah mencari rekan duet untuk turnamen level WTA 1000 ini.
Janice Tjen takluk dari wakil Kazakhstan, Yulia Putintseva, melalui pertarungan sengit tiga set dengan skor 6-3, 3-6, dan 4-6 di putaran pertama Miami Terbuka.
Aryna Sabalenka secara terbuka menyatakan kemungkinan tidak akan kembali berlaga di turnamen level WTA 1000 tersebut menyusul komentar pedas dari sang direktur turnamen, Salah Tahlak.
Sebelum didera masalah lengan kanan, Lorenzo Musetti sempat mengalami cedera paha kanan atas yang cukup menyakitkan di Australia Terbuka pada Januari lalu.
Aldila Sutjiadi akan kembali berpasangan dengan petenis tuan rumah Giuliana Olmos setelah mereka berduet di Cincinnati Masters, bulan lalu.
Dalam laga final AS Terbuka di Stadion Arthur Ashe, itu, Carlos Alcaraz menang atas Jannik Sinner lewat pertarungan empat set 6-2, 3-6, 6-1, dan 6-4.
Alcaraz kini telah mengoleksi enam gelar grand slam.
Carlos Alcaraz, menilai kehadiran Presiden Donald Trump di final tunggal putra AS Terbuka akan menjadi hal positif bagi dunia tenis.
Carlos Alcaraz tampil gemilang dengan mengalahkan Novak Djokovic untuk menuju final AS Terbuka.
Petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, mencapai 12 semifinal dari 13 Grand Slam terakhir. Meski konsisten, hanya tiga yang berujung gelar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved