Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
NOVAK Djokovic yakin juara Wimbledon Carlos Alcaraz memiliki talenta yang terbaik dari Big Three, gabungan bakat dari dirinya sendiri, Roger Federer, dan Rafael Nadal.
Petenis nomor satu dunia Alcaraz mengalahkan Djokovic 1-6, 7-6 (8/6), 6-1, 3-6, dan 6-4 di final Wimbledon, Minggu (16/7), setelah aksi menegangkan selama 4 jam 42 menit di Centre Court.
Hasil itu menghancurkan upaya Djokovic, yang berusia 36 tahun, untuk mengklaim gelar kedelapan, yang menyamai rekor di All England Club dan mahkota Grand Slam ke-24.
Baca juga: Selebriti Hollywood Meriahkan Final Wimbledon, Carlos Alcaraz Menaklukkan Novak Djokovic
Saat ditanya apa yang membuat Alcaraz yang berusia 20 tahun menjadi ancaman, bintang tenis asal Serbia itu menjelaskan bahwa petenis Spanyol itu memiliki senjatanya, serta Federer dan Nadal - Big Three, yang telah mengumpulkan total 65 gelar Grand Slam.
"Saya pikir pada dasarnya dia yang terbaik dari ketiganya," kata Djokovic, seperti disiarkan AFP, Senin (17/7).
"Orang-orang telah berbicara dalam 12 bulan terakhir tentang permainannya yang terdiri dari unsur-unsur tertentu dari Roger, Rafa, dan saya sendiri. Saya setuju dengan itu," lanjutnya.
Baca juga: Kalahkan Djokovic, Alcaraz Jadi Juara Wimbledon untuk Kali Pertama
Menyebut Alcaraz memiliki mentalitas daya saing banteng Spanyol, Djokovic melihat kesamaan dalam semangat juang yang terkenal dan pertahanan yang luar biasa dari Nadal.
Sementara, backhand Alcaraz mengingatkan Djokovic akan senjata yang dimilikinya.
"Itu menjadi kekuatan pribadi saya selama bertahun-tahun," ujar Djokovic.
"Sejujurnya, saya belum pernah berhadapan dengan pemain seperti dia. Roger dan Rafa memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Carlos adalah pemain yang sangat lengkap."
"Kemampuan beradaptasi yang luar biasa, yang menurut saya, merupakan kunci untuk umur panjang dan karier yang sukses di semua permukaan," imbuhnya.
Bulan lalu, Djokovic mengalahkan petenis Spanyol itu di semifinal Prancis Terbuka saat Alcaraz mengalami kram yang dia akui karena tekanan saat menghadapi lawannya itu.
Namun, Alcaraz kini telah mengalahkan Djokovic dua kali dalam tiga pertemuan mereka, pertama kali mengalahkannya di lapangan tanah liat di Madrid Masters tahun lalu.
"Sungguh kualitas di akhir pertandingan ketika Anda harus melakukan servis," kata Djokovic kepada sang juara saat upacara penyerahan trofi di Centre Court.
"Sulit untuk mengatasinya ketika Anda begitu dekat," tambahnya.
Meski gagal mempertahankan 10 tahun kemenangan beruntunnya di Center Court, Djokovic yang telah memenangi empat gelar Wimbledon sebelumnya menegaskan masih memiliki keinginan untuk terus mengejar trofi di turnamen Grand Slam.
"Saya telah diberkati dengan begitu banyak pertandingan luar biasa sepanjang karier saya. Saya sangat bersyukur. Saya kalah dari pemain yang lebih baik dan saya harus maju lebih kuat," tegas Djokovic.
Dia memuji Alcaraz, yang kini memiliki dua gelar Grand Slam menyusul terobosannya di AS Terbuka tahun lalu, dan dua gelar di lapangan rumput.
"Saya pikir saya akan mendapat masalah dengan Anda hanya di lapangan tanah liat dan lapangan keras, tetapi tidak di lapangan rumput, namun sekarang ceritanya berbeda mulai tahun ini," kata petenis Serbia itu, yang sempat menangis saat berbicara kepada penonton.
"Saya kira ketika semua emosi sudah reda, saya harus sangat bersyukur. Saya memenangi banyak pertandingan ketat di masa lalu di sini, beberapa di antaranya -- 2019 melawan Roger."
"Mungkin saya seharusnya kalah di beberapa final yang saya menangi," lanjutnya.
Kekalahan tersebut mengakhiri harapan Djokovic mencoba menyapu bersih kalender Grand Slam putra untuk pertama kalinya sejak 1969, setelah memenangi Australia Terbuka dan Prancis Terbuka tahun ini. (Ant/Z-1)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Sebastian Korda melangkah ke babak selanjutnya Miami Terbuka usai menundukan Carlos Alcaraz 6-3, 5-7, 6-4.
Carlos Alcaraz menelan kekalahan pertama di musim 2026 setelah dihentikan Daniil Medvedev di semifinal Indian Wells.
Daniil Medvedev sukses memutus 16 kemenangan beruntun Carlos Alcaraz untuk melaju ke final Indian Wells 2026. Ia akan menghadapi Jannik Sinner di partai puncak.
CARLOS Alcaraz melanjutkan awal musim yang sempurna sekaligus membalas kekalahan dari Cameron Norrie untuk memastikan tempat di semifinal turnamen ATP Masters 1000 Indian Wells 2026.
Carlos Alcaraz sempat kehilangan set pertama dan tertinggal break di awal set kedua sebelum akhirnya membalikkan keadaan dengan skor akhir 6-7 (6), 6-3, dan 6-2.
Carlos Alcaraz memperpanjang rekor tak terkalahkan di 2026, sementara Novak Djokovic harus bermain tiga set untuk melaju ke babak ketiga Indian Wells Masters.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved