Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
NOVAK Djokovic siap mengejar sejarah baru dengan mencapai final Wimbledon kesembilannya, menyebut bahwa usia "36 adalah 26 baru" setelah mengalahkan Jannik Sinner di semifinal, Jumat (14/7) waktu London, Inggris.
Kemenangan Djokovic 6-3, 6-4, 7-6 (7/4) memastikan rekor penampilan final Grand Slam ke-35 sang juara bertahan, dan membawanya lebih dekat ke gelar Wimbledon kedelapan untuk menyamai rekor saat ini.
"Saya merasa 36 adalah 26 baru, rasanya cukup bagus. Saya merasakan banyak motivasi," kata Djokovic dikutip dari AFP, Sabtu.
Baca juga : Alcaraz Tak Gentar Hadapi Djokovic
Petenis berusia 36 tahun itu akan menghadapi petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz pada final Wimbledon kelimanya secara beruntun, Minggu (16/7).
Djokovic telah melewati legenda Amerika Chris Evert sebagai satu-satunya petenis yang mencapai 35 final turnamen mayor, tetapi ia memiliki prestasi yang lebih signifikan.
Baca juga : Djokovic Jalankan Misi Samai Rekor para Pendahulu
Petenis nomor dua dunia itu akan menyamai rekor delapan gelar Wimbledon milik Roger Federer jika ia memenangi gelar kelima berturut-turut di lapangan rumput All England Club.
Dengan 23 gelar tunggal Grand Slam atas namanya, Djokovic juga bertekad untuk menyamai rekor 24 gelar sepanjang masa milik Margaret Court.
"Senang menjadi bagian dari generasi berikutnya, saya menyukainya," tutur petenis asal Serbia itu.
"Olahraga ini telah memberi saya dan keluarga banyak hal. Saya akan membalas budi pada olahraga ini dan bermain sebanyak yang saya bisa," imbuhnya.
Djokovic merupakan petenis putra tertua ketiga yang mencapai final Wimbledon di era Open, dan akan menjadi juara putra All England Club tertua melampaui kemenangan Federer 2017 pada usia 35 tahun, jika ia menang pada Minggu.
Saat Federer pensiun dan Rafael Nadal sedang mempersiapkan tur perpisahan tahun depan sebelum pensiun, Djokovic masih kuat.
Ia telah memenangi Australian Open dan French Open musim ini, saat dia mengejar sapu bersih dari empat Grand Slam dalam satu tahun. Sedangkan US Open akan bergulir pada Agustus.
"Kami adalah bagian dari olahraga individu sehingga Anda harus mengandalkan diri sendiri dan menempatkan diri Anda dalam kondisi fisik dan mental terbaik sebelum menuju ke lapangan," ujar Djokovic mengenai rahasia performanya di usia yang tak lagi muda. (Ant/Z-4)
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
Ia akan menghadapi Jannik Sinner atau Novak Djokovic pada Minggu (1/2) untuk memperebutkan trofi.
Langkah petenis berusia 38 tahun itu menuju semifinal Australia Terbuka tahun ini terbilang unik. Ia mendapatkan tiket empat besar setelah Lorenzo Musetti.
JUARA bertahan Jannik Sinner menegaskan kesiapannya menghadapi Novak Djokovic pada babak semifinal Australia Terbuka setelah menyingkirkan petenis Amerika Serikat, Ben Shelton.
Jika terus melaju, Sinner berpeluang menghadapi laga blockbuster melawan Novak Djokovic di babak semifinal.
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved