Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSEN teknologi untuk pecinta olahraga, Garmin, kembali akan menghelat lomba lari bertajuk Garmin Run pada 24 September mendatang.
Usai tertunda karena pandemi covid-19, ajang yang terbuka untuk umum itu kembali digelar menjadi bagian dari tur di lima negara Asia bersama Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Taiwan.
Ajang lomba lari 'jalanan' yang diselenggarakan dinilai potensial memunculkan atlet-atlet profesional. Hal itu juga bisa menjadi sarana regenerasi atlet lari Indonesia. Atlet maraton Indonesia, Agus Prayogo, yakin event-event yang gencar dilakukan bisa melahirkan atlet-atlet baru.
"Nama-nama seperti Robi Sianturi, Odekta Naibaho, Rikki Martin Simbolon, mereka itu justru muncul dari ajang lomba-lomba seperti ini," kata Agus dalam konferensi pers Garmin Run 2023 di Senayan, Jakarta, Rabu (21/6).
Baca juga: Kejurnas Atletik Jadi Babak Kualifikasi PON 2024
Semakin banyak event maka ajang seperti ini menjadi salah satu cara untuk regenerasi atlet juga," imbuh peraih tujuh emas di ajang SEA Games itu.
Agus juga mengaku sebagai atlet yang banyak mengejar kompetisi di jalan raya untuk berlatih dan mengukur kemampuan.
Baca juga: Capaian Emas Tim Atletik di SEA Games 2023 Lampaui Target
Adapun Garmin Run terakhir digelar pada 2019 lalu dan kini kembali setelah pandemi covid-19 mereda.
Lomba akan digelar di kawasan Summarecon Serpong, Tangerang, menghadirkan nomor lari 5 kilometer, 10 kilometer, half marathon, dan kategori anak.
Manager Marketing Communication Garmin Indonesia, Rian Krisna, menyebut Garmin Run kembali digelar untuk memberi semangat bagi komunitas lari di Tanah Air. Ajang kali ini juga digelar sekaligus memperingati ulang tahun ke-20 produk Forerunner. (Z-6)
Lomba lari 100 meter yang diikuti sebanyak 64 peserta sebagai upaya mengurangi maraknya tawuran antar remaja pada bulan Ramadan.
Tak kalah mencuri perhatian, Richie Leo, pelari berusia 67 tahun, membuktikan bahwa usia bukan halangan dengan memenangkan kategori Master.
Dua pelari Siksorogo Lawu Ultra meninggal di jalur ekstrem Gunung Lawu. Cuaca buruk dan medan berat sempat menghambat proses evakuasi, sementara polisi masih menyelidiki penyebab kematian
Dua pelari asal Karanganyar meninggal akibat serangan jantung saat mengikuti ajang lari ekstrem Siksorogo Lawu Utara 2025 di Tawangmangu. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden.
Dua pelari asal Karanganyar meninggal dunia saat mengikuti lomba Siksorogo Lawu Ultra 2025 akibat serangan jantung di kilometer 8 dan 12.
Ribuan Peserta Ramaikan Kompetisi Lari Indofood UI Ultra 2025
Rudal dan drone Iran telah berulang kali menargetkan Doha, Dubai, Abu Dhabi, Manama, dan berbagai wilayah Arab Saudi.
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Karbohidrat tetap menjadi elemen krusial bagi tubuh sebagai sumber energi utama, terutama saat berolahraga di tengah kondisi berpuasa.
Penambahan fitur di Strava ini merupakan bentuk respons langsung terhadap tingginya minat serta permintaan dari komunitas pengguna terhadap kelima aktivitas fisik tersebut.
Minat masyarakat Bandung terhadap olahraga raket terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved