Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
LEGENDA tenis dunia Martina Navratilova mengungkapkan dirinya telah terbebas dari kanker setelah sebelumnya mengaku khawatir tidak akan bisa merayakan Natal pada tahun ini.
Mantan petenis nomor satu dunia, yang telah memenangkan 18 gelar Grand Slam nomor tunggal sepanjang kariernya, Januari lalu, mengungkapkan dirinya didiagnosa menderira kanker tenggorokan dan kanker payudara.
Perempuan berusia 66 tahun itu kemudian menjalani tindakan radiasi pencegahan dan dalam wawancara dengan Piers Morgan di pogram TalkTV mengaku telah pulih.
Baca juga: Petenis Legendaris Martina Navratilova Didiagnosa Kanker Payudara dan Tenggorokan
"Menurut para dokter, saya kini bebas kanker," ujar Navratilova dalam wawancara yang dilakukan pada Selasa (21/3) itu.
Mantan petenis yang memenangkan total 59 gelar Grand Slam itu mengaku diagnosa kanker yang diterimanya membuat dia ketakutan.
"Saya sangat panik dan menyangka saya tidak akan bisa melihat Natal yang akan datang," aku Navratilova.
Baca juga: Rybakina Juara Indian Wells Masters
"Saya langsung memikirkan hal-hal yang ingin saya lakukan. Meski terdengar cetek, saya berpikir, 'Kini mobil keren apa yang akan saya coba jika saya hanya punya sisa umur setahun lagi'," lanjutnya.
Navratilova, yang sebelumnya menjalani perawatan kanker payudara stadium dini pada 2010, mencari bantuan medis usai menemukan adanya benjolan pada lehernya dan hasil tes menunjukkan dirinya menderita kanker.
"Kala itu pekan pertama Desember. Saya langsung berpikir, saya akan bisa merayakan Natal tahun ini namun apakah saya bisa merayakannya pada tahun depan?" ungkap Navratilova.
Namun, tim dokter mengatakan bahwa kanker tenggorokannya bisa disembuhkan dan mantan petenis itu memiliki peluang 95% untuk sembuh total.
Navratilova, petenis Amerika Serikat kelahiran Czechoslovakia, membawa dimensi baru pada tenis putri dengan servis kencangnya.
Dia memenangkan gelar Wimbledon pertamanya pada 1978 dan kemudian menjuarai turnamen Grand Slam itu sebanyak sembilan kali, lebih dari petenis putri maupun putra mana pun hingga saat ini.
Navratilova menyebut daya juangnya sebagai atlet membantunya siap secara mental menghadapi kanker yang dideritanya.
"Sebagai petenis, Anda harus siap tempur dan pantang menyerah jika ingin
menjadi juara. Anda harus punya mental tidak akan menyerah hingga laga berakhir," tegasnya.
Navratilova pensiun setelah memenangkan nomor ganda campuran di Grand Slam AS Terbuka bersama Bob Bryant pada 2006. Setelah pensiun, dia menjadi komentator tenis. (AFP/Z-1)
Ini bukan kali pertama peraih 18 gelar Grand Slam itu didiagnosa kanker. Pada 2010, dia didiagnosa menderita kanker payudara namun kemudian dinyatakan sembuh, enam bulan kemudian.
Integrasi PET dan CT menghasilkan citra fusi komprehensif yang secara bersamaan mampu menampilkan fungsi sebagai hasil dari teknologi PET dan struktur sebagai hasil dari teknologi CT.
Beberapa tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, kanker penis, serta kanker orofaring.
UBT menjadi pilihan utama dari berbagai pemeriksaan non-invasif untuk mendeteksi infeksi H. pylori dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi
Kenali Biograph Vision Quadra, teknologi PET/CT scan revolusioner untuk deteksi kanker akurat, radiasi rendah, dan proses cepat hanya 4 menit.
Gaya hidup berpengaruh terhadap risiko kanker payudara karena penyakit ini berkaitan erat dengan faktor hormonal.
Peneliti Universitas Jenewa mengungkap bagaimana tumor memprogram ulang neutrofil, sel pertahanan utama tubuh, menjadi pemicu pertumbuhan kanker melalui molekul CCL3.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved