Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
JUARA bertahan MotoGP Francesco Bagnaia mendominasi dua hari uji coba pramusim yang berakhir pada Minggu (12/3) di Portimao, Portugal.
Pembalap Ducati asal Italia itu membukukan waktu tercepat itu mengungguli pembalap Ducati-Pramac asal Prancis Johann Zarco dan pembalap Yamaha Fabio Quartararo.
Bagnaia juga menjadi satu-satunya pembalap yang berhasil mencatatkan waktu lebih cepat dari rekor lap di Portimao, yang dicetak pada 2021, 1 menit dan 38 detik.
Baca juga: Tim Valentino Rossi Siap Rebut Banyak Podium di Moto GP 2023
"Saya sangat senang. Saya tampil apik selama uji coba," ungkap Bagnaia.
Catatan waktu Bagnaia lebih cepat 0,296 detik ketimbang catatan waku terbaik Zarco dan unggul 0,334 detik dari Quartararo.
Quartararo, yang merupakan juara dunia MotoGP 2021 dan runner-up tahun lalu, kesulitan saat tes selama tiga hari di Sirkuit Sepang, Malaysia, Februari lalu, dan membukukan hasil mengecewakan di Portimao pada Sabtu (11/3), saat hanya bisa membukukan waktu tercepat kedelapan.
Baca juga: Ini Dia Livery Baru Motor Repsol Honda Marquez dan Mir
"Kami masih kehilangan sejumlah hal namun ini adalah langkah maju ketimbang di Sepang," kata Quartararo.
Pembalap Ducati-VR46 asal Italia Luca Marini, yang membukukan waktu tercepat di Sepang, membukukan waktu tercepat keempat selama dua hari uji coba pramusim di Sirkuit Portimao.
Sirkuit Portimao akan menjadi tuan rumah balapan MotoGP pertama musim 2023 pada 26 Maret mendatang.
"Kami sudah siap membalap kembali. Kami harus mempertahankan perfoma ini," tegas Bagnaia. (AFP/Z-1)
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved