Kamis 08 Desember 2022, 06:00 WIB

Otoritas Tenis Inggris Kecewa Didenda ATP karena Larang Pemain Rusia Tampil

Basuki Eka Purnama | Olahraga
Otoritas Tenis Inggris Kecewa Didenda ATP karena Larang Pemain Rusia Tampil

AFP/AELTC/Jon Super
Seorang petugas melintas di dekat logo Wimbledon.

 

OTORITAS tenis Inggris, Rabu (7/12), mengaku kecewa karena diganjar denda sebesar US$1 juta oleh ATP karena melaran petenis Rusia dan Belarus tampil di negara mereka.

Selepas invasi Rusia ke Ukraina, Asosiasi Tenis Inggris (LTA) ditekan oleh pemerintah Inggris untuk melarang petenis Rusia dan Belarus bertanding di negara itu.

Para petenis Rusia dan Belarus kemudian dilarang tampil di lima turnamen yang digelar oleh LTA termasuk Queen's Cup di London.

Baca juga: Djokovic akan Lakukan Persiapan Australia Terbuka di Adelaide International

All England Club, yang menggelar Wimbledon, juga melarang petenis Rusia dan Belarus tampil di turnamen Grand Slam tertua di dunia itu.

Akibatnya, ATP dan WTA memutuskan tidak memberikan ranking point untuk Wimbledon sebagai protes atas pelarangan itu.

Sebelumnya, WTA telah menjatuhkan denda kepada tenis Inggris dengan total US$1 juta yang dibagi menjadi US$750 ribu unruk LTA dan US$250 ribu untuk All England Club.

Selain itu, ATP mengancam akan mendepak LTA dari Tur ATP jika melanjutkan kebijakan mereka.

LTA, menanggapi denda itu, Rabu (7/12), menuding ATP tidak bersimpati dengan perang di Ukraina.

"ATP, dalam keputusan mereka, sama sekali tidak mengakui kondisi yang diciptakan oleh invasi Rusia ke Ukraina serta tanggapan dari komunitas olahraga internasional dan pemerintah Inggris pada invasi itu," ungkap LTA.

"ATP hanya memandang apa yang kami lakukan sebagai pelanggaran aturan sembari minim empati terhadap apa yang terjadi di Ukraina," lanjut organisasi itu.

Sementara itu, ATP menegaskan mereka tidak berencana mengubah sikap mereka terhadap penyelenggaraan turnamen tenis di Inggris.

"Kami bertahan pada posisi kami bahwa keputusan sepihak yang diambil oleh anggota ATP bisa mengancam kemampuan kami menggelar turnamen," tegas ATP.

Sebelumnya, ATP mendapatkan dukungan dari Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach, yang mengkritik pemerintah Inggris karena mempolitisasi hadirnya petenis Rusia dan Belarus.

"Negara tidak boleh memutuskan secara politis siapa saja yang bisa bertanding," kata Bach.

"Kualifikasi olahraga harus hanya berdasarkan prestasi bukan politis," lanjutnya.

Bach kemudian menuding pemerintah Inggris melanggar Piagam Olimpiade.

"Mengambil keputusan berdasarkan politik untuk kejuaraan olahraga jelas-kelas melanggar Piala Olimpiade dan tidak sejalan dengan misi olahraga internasional," pungkasnya. (AFP/OL-1)

Baca Juga

Instagram @alycia.parks

Parks Raih Gelar WTA Pertama di Lyon

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 Februari 2023, 06:37 WIB
Petenis Amerika Serikat (AS) berusia 22 tahun itu membukukan kemenangan 7-6 (7/9) dan 7-5 atas Garcia dalam tempo lebih dari 2...
AFP/Paul ELLIS

Ford Kembali ke Formula 1 Setelah Dua Dekade

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 Februari 2023, 06:30 WIB
Ford dan Red Bull Powertrains akan mengembangkan unit tenaga listrik generasi lanjut yang akan digunakan dalam Formula 1 2026 dan sesi-sesi...
Twitter @INABadminton

Jokowi Ucapkan Selamat Atas Keberhasilan Leo/Daniel Jadi Juara di Thailand Masters

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 Februari 2023, 06:15 WIB
Lewat akun Twitter resmi, @jokowi, Presiden mengucapkan selamat kepada ganda putra muda Indonesia...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya