Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
FRANCESCO Bagnaia kewalahan mendapatkan kecepatannya saat latihan dan kualifikasi namun pebalap Ducati itu mengambil pelajaran berharga dari sesi tersebut untuk duel penentuan gelar juara dunia MotoGP di Valencia, Minggu (6/11).
Bagnaia, yang unggul 23 poin dari pembalap Yamaha Fabio Quartararo, bakal start dari P8 saat rival utamanya itu berada empat posisi di depan.
Quartararo mau tidak mau harus menang pada seri penutup musim tersebut agar mempertahankan gelarnya, dengan syarat Bagnaia finis P15 atau lebih rendah.
Baca juga: Martin Rebut Pole, Bagnaia Start Empat Tingkat di Belakang Quartararo
Pekerjaan yang tidak mudah bagi pembalap Yamaha itu karena rivalnya secara matematis hanya membutuhkan tiga poin untuk menjadi kampiun musim ini.
Bagnaia mengakui kualifikasi tidak berjalan sesuai rencana karena dia kewalahan membuat motornya kencang bersama ban barunya.
"Dari kemarin, kami kesulitan dengan ban baru dan juga untuk time attack. Saya dan dua atau tiga pembalap Ducati lain memiliki kendala yang sama," kata Bagnaia dalam keterangan resmi MotoGP.
"Kami harus mempertimbangkan hal positifnya dan saya rasa kecepatan kami dengan ban bekas cukup baik, dengan ban baru kami sedikit kewalahan ketimbang para pebalap lain tapi saya rasa mulai lap 8-10 kami bisa kompetitif dan mulai berada di depan," lanjutnya.
Bagnaia berada di luar persaingan gelar pada paruh pertama musim ini setelah mengantongi empat DNF. Tapi, pembalap Ducati itu panen poin, khususnya setelah jeda musim panas, untuk mengubah defisit 91 poin menjadi keunggulan 23 poin dari rival terdekatnya dalam klasemen.
Di kubu Yamaha, Quartararo memiliki modal cukup baik setelah motornya menunjukkan race pace yang bisa diandalkan serta posisi start yang lebih menguntungkan.
"Iya, saya rasa, kami punya peluang (menang dari P4). Kecepatan kami terlihat jauh lebih baik dari posisi start kami di balapan," kata Quartararo.
Quartararo mengaku memaksa motornya melaju berada di atas limit saat menjalani kualifikasi hingga dia terpaut 0,279 detik dari catatan Jorge Martin, yang menempati posisi pole.
Meski demikian, dia cukup puas dengan posisi start dari baris kedua dan akan berupaya tampil agresif sejak awal.
"Lap-lap pertama akan krusial dan sangat penting untuk tidak membuat kesalahan yang konyol, tapi saya merasa siap dan saya rasa kai akan melakukan tugas ini dengan cukup baik," kata sang pembalap Prancis.
Sementara itu, Martin masih mengincar kemenangan pertama pada musim ini, dan apabila menjuarai balapan pada Minggu (6/11) nanti Bagnaia secara otomatis menjadi juara dunia. (Ant/OL-1)
Marco Bezzecchi meraih kemenangan di GP Valencia dan membawa Aprilia mencatat finis 1-2 pertama sejak 2023.
Sprint Race GP Valencia dimenangkan oleh Alex Marquez.
Balapan pada Minggu ini menjadi kesempatan terakhir Acosta untuk mengakhiri dua musim penuh tanpa kemenangan di MotoGP.
ALEX Marquez tampil dominan pada Sprint MotoGP Valencia dan menuntaskan balapan sebagai yang tercepat. Pebalap Gresini Ducati itu langsung memimpin sejak tikungan pertama.
Pembalap Aprillia Racing Jorge Martin dihukum dua long lap penalty saat tampil di GP Valencia yang akan berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (16/11).
Pembalap Prima Pramac Racing Jack Miller menjadi yang tercepat dalam latihan bebas 1 (FP1) GP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Jumat (14/11) malam WIB.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved