Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pedro Acosta Andalkan Nyali Besar saat Ikut Sprint Race GP Valencia

Ferdian Ananda Majni
16/11/2025 10:02
Pedro Acosta Andalkan Nyali Besar saat Ikut Sprint Race GP Valencia
Pedro Acosta.(DOK MOTOGP)

PEDRO Acosta sempat menjadi kandidat kuat untuk meraih kemenangan setelah tampil cepat pada sesi latihan Jumat, namun ia harus memulai balapan sprint dari posisi kelima. Start agresif membuatnya langsung merebut posisi podium di Tikungan 1 pada sprint 13 lap, sebelum menyalip Marco Bezzecchi yang start dari pole untuk mengambil posisi kedua di Tikungan 2.

Acosta kemudian menempel ketat Alex Marquez yang akhirnya keluar sebagai pemenang. Namun, kesalahan pada lap kelima di Tikungan 8 membuat pembalap KTM itu kehilangan hampir satu detik, jarak yang tidak mampu ia tutup hingga finis.

Ketika ditanya bagaimana dirinya bisa naik ke posisi kedua sejak awal, "Nyali besar, Bung. Maksud saya, jelas bahwa satu-satunya strategi adalah menyerang sejak awal. Setelah itu, semuanya menjadi lebih mudah karena saya hanya perlu mengikuti Alex," kata Acosta dikutip Crash, Minggu (16/11).

Dia mengakui bahwa kesalahan kecil yang terjadi ketika mengunci ban depan di Tikungan 8 sangat merugikannya. "Itu merugikan saya dan sulit untuk memperkecil jarak ini, karena dengan ban lunak, kecepatan kami sangat mirip. Saya pikir balapan kami bagus," sebutnya.

Acosta juga mempertimbangkan untuk menggunakan ban belakang Medium karena KTM masih kesulitan mengelola ban, namun akhirnya ia memilih ban lunak untuk menyamai pilihan para pembalap terdepan. Ia berharap penggunaan ban Medium pada Grand Prix Minggu dapat memberinya peningkatan performa, meski masalah traksi RC16 tetap belum terselesaikan.

"Jika Anda ingat Qatar, kami sangat kesulitan dengan ban," ujarnya. 

"Lalu kami hanya mengganti ban dan hasilnya lebih baik. Mungkin besok bisa seperti ini. Memang benar kami masih membutuhkan banyak traksi karena, sekarang, ini seperti mimpi buruk bagi kami. Pokoknya, kami bisa balapan dengan baik tanpa itu. Jadi, kami harus terus melaju," lanjutnya.

Balapan Minggu menjadi kesempatan terakhir Acosta untuk mengakhiri dua musim penuh tanpa kemenangan di MotoGP. Meski begitu, ia menegaskan tidak memandang balapan tersebut sebagai tekanan mutlak.

"Tidak, saya harus terus berjuang meraih podium," ucapnya. 

"Saya belajar banyak dari itu, dan saya pikir saya telah berkembang pesat sejak saya memiliki konsistensi ini. Saya harus terus berjuang. Maksud saya, suatu hari nanti harus menjadi hari kami. Kami tahu kami memiliki banyak keterbatasan, terutama dalam jarak pendek, sprint race, atau time attack. Tapi saya pikir besok bisa menjadi hari yang baik bagi kami,” pungkasnya. (I-3) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik