Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI kejuaraan balap Formula 1 (F1) masih menyisahkan tiga seri balapn untuk musim 2022, namun tim balap Mercedes sudah bersiap untuk F1 musim 2023.
Bos Mercedes Toto Wolff mengatakan, para teknisi baik di Brackley maupun Brixworth (pabrik pembuatan power unit) tengah bekerja untuk mobil mereka.
Wolff menjelaskan teknisi bakal melakukan banyak ubahan signifikan di balik bodi mobil untuk Kejuaraan Dunia Formula 1 2023 mendatang.
"DNA (rancang bangun) mobil kami akan berubah untuk tahun depan, itu pasti," kata Wolff dikutip dari motorsport, Rabu (27/10).
"Bukan berarti bodi mobil akan sangat berbeda. Yang pasti berubah adalah bagian dari DNA mobil yang akan berubah pada tahun depan." imbuhnya.
Baca juga: Hamilton dan Wolff Berjanji Kembalikan Mercedes ke Puncak
Dalam balapan terakhir di GP Amerika Serikat, pembalap Mercedes Lewis Hamilton sempat menyoroti kelemahan Mercedes W13 yang perlu ditingkatkan.
Finis di P2 pada balapan di Circuit Of The Americas (COTA), Hamilton menyebut salah satu penyebab kekalahannya adalah defisit top speed Mercedes W13 di trek-trek lurus.
Menanggapi komentar pembalapnya, Wolff mengakui bahwa sasis W13 masih memiliki drag (koefisien hambatan udara) relatif tinggi.
"Saya rasa problem utama kami secara umum memang pada drag. Ini yang harus kami pecahkan untuk tahun depan,” tutur Wolff.
Dengan adanya sejumlah perubahan yang bakal dilakukan tim Mercedes tahun depan, Wolff berharap tim balapnya dapat kembali berjaya.
Pasalnya, sampai menjelang tiga balapan terakhir baik Hamilton maupun George Russell belum mampu memberikan kemenangan untuk tim yang berbasis di Brackley, Inggris, tersebut.
Alhasil, dominasi Mercedes yang selalu menguasai kejuaraan konstruktor selama delapan musim beruntun berakhir tahun ini. D
ua tahun terakhir Mercedes memang dikatakan mengalami penurunan performa, hal itu yang kemudian membuat tim Red Bull Racing berhasil melangkahi dominasi Mercedes dan menjadi pemimpin F1 pada musim ini. (Rif/motorsport/OL-09)
KONFLIK di Timur tengah mengancam agenda Formula 1 dan Grand Prix atau GP Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi yang sebelumnya akan diumumkan pada akhir pekan ini.
Pria asal Monako itu mengingat kembali insiden pada GP Tiongkok 2025 ketika kedua mobil Ferrari didiskualifikasi setelah balapan.
Menjelang seri kedua musim ini di Grand Prix Tiongkok di Shanghai akhir pekan ini, Norris mulai menunjukkan nada yang lebih optimistis.
Max Verstappen, secara terbuka menyatakan harapannya Red Bull bisa tampil lebih kompetitif demi menandingi dominasi Mercedes di Formula 1 musim ini.
Di GP Australia, Minggu (8/3), duo pebalap Mercedes tampil tanpa cela. George Russell dan Kimi Antonelli finis satu-dua.
Max Verstappen, harus puas finis di posisi keenam GP Australia dengan selisih waktu yang cukup mencolok, yakni 54,617 detik dari sang pemenang, pembalap Merceds George Russell.
Lewis Hamilton menilai karakteristik mobil saat ini memberikan ruang lebih bagi pembalap untuk melakukan koreksi saat terjadi kesalahan di lintasan.
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang musim 2025, Ferrari dituntut untuk tampil kompetitif sejak balapan pembuka musim depan.
Lando Norris resmi mengamankan gelar Juara Dunia Formula 1 perdananya di GP Abu Dhabi. Para rival seperti Verstappen, Hamilton, Russell, Sainz hingga Piastri memberi selamat.
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton kembali kesulitan di kualifikasi F1 GP Qatar, finis di luar posisi depan dan mengaku mobil Ferrari sulit dikendalikan.
Lewis Hamilton mengungkapkan bahwa kondisi pengereman sangat sulit dikendalikan dan menyebabkannya dalam kondisi yang sering kehilangan kendali di GP Las Vegas.
Rumor mengenai masa depan Hamilton mulai mencuat setelah penampilan mengecewakan di GP Meksiko bulan lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved