Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Francesco Bagnaia mengaku terlalu ambisius ketika mendapat peluang menyalip Fabio Quartararo di GP Jepang, Minggu (25/9), sehingga ia terjatuh di lap terakhir.
Bagnaia mencuri P9 dari Enea Bastianini setelah Tikungan 13 di lap ke-20, yang memberinya jarak serang ke Quartararo.
Jarak ketiga pembalap sangat ketat, tapi Bagnaia melakukan perhitungan yang salah saat berupaya menyalip Quartararo di Tikungan 3, ban depannya tidak dapat didorong lagi sehingga ia tergelincir di lintasan.
Baca juga: Marc Marquez Bahagia Bisa Membalap Tanpa Rasa Sakit
Quartararo finis P8 untuk membawa pulang delapan poin berharga, sedangkan Bagnaia, yang bertepuk tangan sarkastik untuk dirinya sendiri akibat kesalahan itu, gagal memangkas defisit poin dari sang pembalap Yamaha, yang kini unggul 18 poin di puncak klasemen.
"Pertama, saya ingin berterima kasih kepada tim saya karena kesalahan saya terlalu besar," kata Bagnaia dikutip laman resmi MotoGP.
"Saya tidak melakukan manuver yang baik, dan untungnya saya tidak menabrak Fabio dan dia aman, dia menyelesaikan balapan. Saya terlalu ambisius," aku pembalap Italia itu.
Bagnaia, yang mengawali lomba dari P12 menyusul performa jeblok Ducati di sesi kualifikasi basah, merasa percaya diri dengan performa pengereman motornya, tapi ia kewalahan soal akselerasi di balapan.
"Saya tertinggal dari motor-motor lain. Tapi saya harus memikirkan kesalahan saya ini dan apa yang harus dilakukan untuk balapan-balapan selanjutnya," ujar Bagnaia.
"Saya merasa aneh dengan motor saya selama balapan, padahal pagi ini di pemanasan berjalan baik. Pada siang harinya, saya sangat kewalahan."
"Untungnya, Fabio hanya dapat delapan poin dan kami tidak kehilangan banyak poin," lanjutnya.
Pembalap Aprilia Aleix Espargaro juga finis di luar zona poin setelah mengalami kendala teknis dengan motornya di awal lomba, sehingga ia harus kembali ke garasi untuk berganti ke motor cadangan.
Espargaro tertinggal hanya tujuh poin dari Bagnaia dengan empat balapan tersisa.
Di saat tidak ada selebrasi untuk Bagnaia, rekan satu timnya, Jack Miller merayakan kemenangan keempat dalam kariernya di MotoGP berkat penampilan dominan di Motegi.
Pembalap Australia itu finis 3,409 detik di depan Brad Binder, yang tampil sensasional untuk KTM.
Pembalap tim Pramac Jorge Martin tidak dapat bertahan dari gempuran Binder karena keausan ban di pengujung lomba dan harus puas finis P3.
Marc Marquez juga mampu kompetitif, meski dengan kondisi lengan kanan yang belum sepenuhnya pulih dari cedera, finis P4 setelah menjalani balapan dari posisi pole.
Sirkus MotoGP akan dilanjutkan ke Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, pekan depan, yang menjadi balapan terakhir dari rangkaian triple header sejak Aragon. (Ant/OL-1)
Jorge Martin mengalami patah tulang selangka kanan akibat kecelakaan dalam Sprint Race GP Jepang di Sirkuit Mobility Resort Motegi, Sabtu (27/9).
Francesco Bagnaia menjalani akhir pekan sempurna di GP Jepang setelah mendapatkan posisi pole, Sabtu (27/9).
Marc Marquez finis di podium kedua GP Jepang pada balapan utama di Sirkuit Motegi, Minggu (28/9).
Marquez hanya membutuhkan tambahan tiga poin lebih banyak untuk jadi juara dunia dibandingkan adiknya yang membela Gresini Racing, Alex Marquez.
Kecelakaan terjadi di tikungan pertama ketika Martin terjatuh dan menabrak motor rekan setimnya, Marco Bezzecchi.
Francesco Bagnaia tampil dominan dalam ajang sprint race Moto GP Jepang 2025.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved