Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MARC Marquez mengatakan kondisi lengannya yang masih cedera menghalanginya untuk tampil habis-habisan di GP Jepang meski pembalap tim Repsol Honda itu mengamankan posisi pole di sesi kualifikasi yang basah di Motegi, Sabtu (24/9).
Marquez, yang bakal menjalani start GP ke-150 di MotoGP, Minggu (25/9), untuk pertama kali start terdepan sejak GP Jepang pada 2019, atau 1.071 hari yang lalu.
Itu merupakan posisi pole ke-63 bagi Marquez di MotoGP dan ke-91 dalam kariernya sebagai pembalap Grand Prix, mengakhiri 50 balapan tanpa posisi pole bagi sang pembalap.
Baca juga: Marc Marquez Nikmati Pole Position Pertama Sejak 2019
"Hari ini menjadi kali pertama, sejak saya cedera, saya dapat membalap dengan baik, seperti yang saya inginkan dan senangi," kata Marquez, yang kembali membalap di Aragon pekan lalu pascaoperasi keempat terhadap lengan kanannya yang memaksa pembalap itu jeda selama tiga bulan dari kompetisi.
Setelah kualifikasi tertunda 90 menit karena cuaca buruk, Marquez merasa terbantu dengan kondisi lintasan yang basah sehingga tidak terlalu menuntut kekuatan fisik ketika melaju dengan motornya.
"Karena di kondisi basah, Anda tidak perlu menggunakan otot dan kekuatan terlalu besar. Tapi saya mendapat posisi yang baik, Ini membuat saya senang. Semoga di balapan kering, dengan lebih banyak balapan dan jam terbang otot saya bisa kembali lebih kuat," ujar Marquez.
Tahun lalu, Marquez tidak mengalami kesulitan berarti menjalani balapan di sirkuit yang berjalan berlawanan arah jarum jam seperti di Austin, Sachsenring, dan Aragon, dengan kondisi lengan yang belum sepenuhnya fit.
Tapi, di Motegi, yang berjalan searah jarum jam, tekanan terhadap lengan kanannya akan lebih berat. Terlebih, sirkuit Jepang itu memiliki sejumlah lintasan lurus dan titik pengereman yang keras.
Marquez sudah merasakan tekanan membalap di lintasan kering Motegi saat sesi latihan Jumat (23/9).
"Pada Jumat, di lintasan kering, saya kesulitan menjaga lengan tetap lurus di zona pengereman karena di sini terdapat zona pengereman keras di sisi kanan," ungkap Marquez.
"Lengan kiri juga sedikit armpump mungkin karena bekerja ekstra, jadi saya harus mengatur semua hal ini. Saya tak bisa membalap dengan menyerang penuh karena itu bakal menghancurkan kondisi fisik saya dan akan kelelahan di lap terakhir."
"Bukan target kami untuk bertarung di balapan, maupun lima besar Kami perlu menyadari bahwa para pebalap di belakang akan menyusul dan kami akan mencoba menemukan posisi kami," pungkasnya. (Ant/OL-1)
Jorge Martin mengalami patah tulang selangka kanan akibat kecelakaan dalam Sprint Race GP Jepang di Sirkuit Mobility Resort Motegi, Sabtu (27/9).
Francesco Bagnaia menjalani akhir pekan sempurna di GP Jepang setelah mendapatkan posisi pole, Sabtu (27/9).
Marc Marquez finis di podium kedua GP Jepang pada balapan utama di Sirkuit Motegi, Minggu (28/9).
Marquez hanya membutuhkan tambahan tiga poin lebih banyak untuk jadi juara dunia dibandingkan adiknya yang membela Gresini Racing, Alex Marquez.
Kecelakaan terjadi di tikungan pertama ketika Martin terjatuh dan menabrak motor rekan setimnya, Marco Bezzecchi.
Francesco Bagnaia tampil dominan dalam ajang sprint race Moto GP Jepang 2025.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved