Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti memantapkan langkah menuju babak perempat final Jepang Terbuka 2022. Hasil itu diraih Apriyani/Fadia usai menang di putaran kedua atas pasangan Tiongkok Liu Xuan Xuan/Xia Yu Ting, Kamis (1/9).
Melakoni pertatungan sengit, ketenangan serta mental kuat yang ditampilkan Apriyani/Fadia saat poin-poin kritis sangat berpengaruh pada kemenangan mereka. Bertanding dalam tempo 56 menit, Apriyani/Fadia menang dengan skor tipis 22-20 dan 24-22.
Baca juga: Empat Ganda Putra Indonesia Tersisih, Fajar/Rian Bertahan
"Pertandingan hari ini alhamdulillah diberikan kelancaran dan kemenangan. Walau poinnya agak ketat tapi kita tadi sudah bisa antisipasi dan mengatur mental agar tidak buru-buru di poin kritis," tutur Fadia dalam keterangan resmi PBSI, Kamis (1/9).
Dibalik ketenangan serta mental yang kuat dalam pertandingan, Fadia menjelaskan bahwa komunikasi yang baik berperan penting untuk menumbuhkan hal-hal tersebut. Dalam pertandingan terlihat jelas beberapa kali Apriyani dan Fadia serta Pelatih saling mengingatkan untuk terus fokus.
"Di poin-poin krusial saat setting tadi pastinya saling mengingatkan. Saya, kak Apri dan pelatih, mengingatkan supaya tenang, fokus satu poin demi satu poin. Tidak buru-buru karena kalau hilang poin dan main rubber hasilnya belum tentu bisa menang," ucap Fadia.
Berhasil mengamankan tiket perempat final, selanjutnya Apriyani/Fadia akan berhadapan dengan lawan tangguh yakni ganda putri nomor satu dunia Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.
Menghadapi pasangan juara pada Kejuaraan Dunia 2022 tentu bukan hal mudah bagi Apriyani/Fadia. Tetapi, peluang ganda putri unggulan Indonesia itu untuk menang masih terbuka lebar, terlebih pada pertemuan terakhir mereka di Malaysia Terbuka 2022 Apriyani/Fadia berhasil merebut kemenangan dari pasangan Tiongkok itu dengan kedudukan 14-21, 21-13 dan 21-16.
Setelah sempat terkendala dengan kondisi shuttlecock yang berat, Apriyani mengatakan kini dirinya dan Fadia sudah mulai terbiasa, mereka juga sudah semakin mantap dengan kondisi lapangan. Sekarang mereka pun akan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya.
"Sejauh ini alhamdulillah tidak ada kendala apapun di lapangan. Kita sudah belajar kondisi shuttlecock seperti apa, kondisi lapangan seperti apa. Jadi dibandingkan kemarin-kemarin, adaptasi sudah jauh lebih baik. Kita sekarang mau mempersiapkan untuk besok," tukas Apriyani. (Rif/PBSI/OL-6)
Bertanding di hadapan publik Istora Senayan, Jakarta, Selasa (20/1), pasangan kombinasi baru ini menang dengan skor meyakinkan 21-14 dan 21-13.
Keputusan ini diambilPBSIĀ lantaran performa kedua pasangan ganda putri tersebut dinilai stagnan dan tidak memenuhi target yang ditetapkan oleh tim pelatih.
Rachel/Febi memenangi duel sesama wakil Merah Putih melawan Apri/Fadia dengan skor 21-10 dan 21-19 di perempat final Australia Terbuka.
Apriyani/Fadia memastikan tiket putaran kedua Kumamoto Masters setelah menang mudah 21-12 dan 21-18 atas ganda putri Jepang Sayaka Hirota/Haruna Konishi.
Apri/Fadia menang 21-11 dan 21-17 atas Isyana/Rinjani di laga final Indonesia Masters II di GOR PBSI Sumatra Utara, Medan, Minggu (26/10).
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine melaju ke babak semifinal Indonesia Masters II.
LANGKAH mantap diawali pasangan ganda putri Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti pada babak pertama Indonesia Masters 2026.
Fadia sudah mengeluhkan kondisi tidak fit saat akan tampil pada perempat final Super 750 Jepang Terbuka 2025, pekan lalu.
PEBULU tangkis Siti Fadia Silva Ramadhanti fokus pada penguatan persiapan individu jelang Piala Sudirman 2025 yang akan berlangsung di Tiongkok pada 27 April-4 Mei.
PASANGAN ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari menang di babak 32 besar Orleans Masters 2025.
Menurut Siti Fadia Ramadhanti, bermain rangkap memberinya kesempatan untuk lebih memahami posisi-posisi yang harus diambil saat bertanding.
Di laga Indonesia Masters yang berlangsung selama 37 menit itu, Dejan/Fadia harus mengakui keunggulan Goh/Lai melalui dua gim langsung 16-21 dan 15-21.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved