Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Stafsus Wapres: Industri Olahraga Cerminan Kualitas Olahraga Nasional

Emir Chaerullah
21/7/2022 22:37
Stafsus Wapres: Industri Olahraga Cerminan Kualitas Olahraga Nasional
Staf Khusus Wapres Arif Rahman (kiri)(Antara)

PEMERINTAH berharap adanya pengembangan aspek industri dan bisnis dari olahraga di Indonesia sebagai implementasi dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). 

Pasalnya, industri olahraga yang bernilai tinggi dan diinginkan pasar dapat menjadi cerminan dari kualitas dan prestasi atlet, klub, tim nasional, serta event olahraga nasional. 

Demikian diungkapkan Staf Khusus Wapres Arif Rahman dalam keterangan persnya seusai FGD dengan tema 'Dorong Kemandirian Olahraga melalui Industri, sebagai Implementasi dari DBON', Kamis (21/7)

Sebagaimana diketahui Wakil Presiden Ma’ruf Amin selaku Ketua Tim Koordinasi Pusat DBON, meminta seluruh pihak terkait agar dapat bekerjasama menyusun desain keolahragaan yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan yang meliputi berbagai aspek untuk memajukan olahraga nasional. 

Ia juga meminta desain ini dituangkan dalam sebuah peta jalan (roadmap) implementasi DBON. Wapres meminta adanya kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi olahraga, dunia usaha dan industri, serta masyarakat, bersinergi dalam bentuk dukungan kebijakan, anggaran, kurikulum, sarana dan prasarana dan lain-lain, yang dituangkan ke dalam peta jalan (road map) agar pelaksanaan DBON dapat terarah, sistematis, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi industri olahraga mulai dari segi anggaran, regulasi, data dukung, hingga ketergantungan pada impor peralatan olahraga. 

Di sisi lain, ia juga memaparkan strategi-strategi yang dilakukan Kementerian Pemuda dan (Kemenpora) diantaranya optimalisasi penggunaan peralatan olahraga produk dalam negeri, memperbanyak event olahraga berbasis wisata olahraga, menciptakan SDM industri olahraga berkualitas melalui penciptaan jurusan manajemen industri olahraga, hingga penerapan standardisasi produk industri olahraga, meningkatkan promosi produk industri olahraga. 

Ke depan, Zainudin berharap tantangan-tantangan yang saat ini terjadi dapat diatasi dengan baik.

Zainudin mengakui upaya untuk mewujudkan industri olahraga sebagai pendongkrak ekonomi nasional tidaklah mudah untuk dikerjakan. Sejumlah masalah yang selama ini muncul yaitu industri olahraga belum dioptimalkan untuk mendukung kegiatan olahraga nasional. Keterbatasan dukungan modal bagi pelaku Industri olahraga. 

Sementara terkait sponsorhip, Wakil Sekjen KONI Pusat Herman Chaniago, menjelaskan terjadi peningkatan nilai sponsor lebih dari 50% di dunia olahraga, dari US$ 37,9 miliar pada 2010 menjadi US$ 65 miliar pada 2018. Menurutnya, hal ini menunjukkan tingginya minat perusahaan global terhadap dunia olahraga.

Melihat fenomena tersebut, Herman menilai diperlukan sejumlah strategi diantaranya brand visibility, brand positioning, dan strategic partnership.

Dari sisi praktisi olahraga, Pakar Industri Olahraga Hasani Abdulgani, menekankan pentingnya Indonesia mengembangkan sport tourism untuk menarik wisatawan asing. Menurutnya hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan nation branding melalui penyelenggaraan event olahraga besar seperti Asian Games 2018, Moto GP Mandalika yang telah dilakukan, serta event yang akan dilakukan ke depan seperti FIFA World Cup U-20 2023 dan FIBA World Cup 2023.

“Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah harus menciptakan regulasi-regulasi yang mendukung pengembangan investasi dalam industri keolahragaan. Sebab, kepastian regulasi memegang peran penting untuk membuka potensi investasi khususnya yang datang dari luar negeri,” tandasnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Polycarpus
Berita Lainnya