Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BINTANG muda Spanyol Carlos Alcaraz berhasrat meraih gelar Grand Slam pertamanya di ajang Prancis Terbuka 2022 atau Roland Garros yang akan mulai digelar akhir pekan ini.
Petenis 19 tahun itu menyatakan tak takut bersaing dengan juara bertahan Novak Djokovic dan jawara turnamen tanah liat yang juga idolanya Rafael Nadal.
"Saya tidak takut untuk mengatakan siap memenangi Grand Slam. Secara fisik saya merasa sangat baik, saya kuat secara mental. Saya pemain yang kuat dan pada akhirnya itulah yang diperlukan untuk menjuarai Grand Slam," ucap Alcaraz.
Alcaraz menuju Roland Garros berstatus peringkat keenam dunia. Bergantung pada hasil undian nantinya, dia berpotensi bertemu Nadal di delapan besar dan Djokovic di semifinal.
Baca juga: Djokovic Sebut Alcaraz Salah Satu Favorit Juara Prancis Terbuka
Alcaraz mendapat modal penting di musim ini sudah menjuarai empat turnamen yang tiga di antaranya lapangan tanah liat. Termasuk ketika menjuarai gelar Masters 1000 keduanya tahun ini di Madrid Terbuka menyingkirkan Nadal, Djokovic, dan Alexander Zverev.
"Saya jelas tentang impian saya yaitu menjadi nomor satu dunia dan tidak peduli berapa banyak turnamen datang, tidak peduli berapa banyak hal yang datang sekarang, saya masih belum berhasil menjadi nomor satu," ujarnya.
Petenis muda lainnya Stefanos Tsitsipas (Yunani) juga diperkirakan akan menjadi pesaing di Roland Garros.
Dia baru saja tembus ke final Italia Terbuka 2022. Meski kalah kalah dari Djokovic di final, petenis 23 tahun itu kini naik peringkat ke posisi empat dunia. Tsitsipas pun menyadari Alcaraz dan Djokovic akan lebih diunggulkan.
"Saat ini Carlos Alcaraz atau Novak Djokovic mereka berdua bermain hebat. Saya akan menempatkan mereka sebagai favorit. Saat ini saya perlu meningkatkan permainan," ucapnya.(La Nacion/Eurosport/ATP/OL-5)
Kenali Janice Tjen, petenis Indonesia yang mencetak sejarah di Australian Open 2026. Simak profil, prestasi, dan fakta menarik perjalanannya di Grand Slam.
Janice Tjen cetak sejarah di Australia Terbuka 2026 usai singkirkan unggulan ke-22, Leylah Fernandez. Ia merasakan momen yang sangat spesial.
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, sukses mengakhiri dahaga 28 tahun publik tenis Tanah Air setelah melaju ke babak kedua Australia Terbuka 2026.
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Namun, performanya sempat terganggu oleh cedera siku yang memaksanya menjalani operasi setelah tersingkir di babak pertama Wimbledon pada Juli.
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus puas keluar sebagai runner up pada ajang Prancis Terbuka 2025.
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dihentikan ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan 19-21, 21-16, dan 19-21 di laga perempat final Prancis Terbuka.
Di laga perempat final Prancis Terbuka, Fajar/Fikri mengalahkan pasangan Malaysia Junaidi Arif/Roy King Yap, dengan 21-14 dan 24-22.
Indonesia tidak lagi memiliki wakil di tunggal putra.
Alwi Farhan melaju setelah menyingkirkan wakil Irlandia Nhat Nguyen lewat pertarungan tiga gim 16-21, 21-12, dan 21-17 di Glaz Arena, Cesson-Sevign, Prancis, Kamis (23/10).
Langkah Jafar/Felisha dipastikan terhenti di 16 besar Prancis Terbuka usai kalah dari ganda Thailand Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran dua gim langsung 19-21 dan 17-21
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved