Senin 02 Mei 2022, 04:30 WIB

Pramudya/Yeremia Mengaku Bisa Jadi Juara di Kejuaraan Asia karena Terinspirasi Bagas/Fikri

Basuki Eka Purnama | Olahraga
Pramudya/Yeremia Mengaku Bisa Jadi Juara di Kejuaraan Asia karena Terinspirasi Bagas/Fikri

Twitter @Badminton_Asia
Ganda putra Indonesia Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

 

GANDA putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menceritakan kemenangan mereka di Kejuaraan Asia 2022 tidak lepas dari keberhasilan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri menyabet gelar All England. Kesuksesan Bagas/Fikri menjadi inspirasi mereka saat berlaga di Manila, Filipina, Minggu (1/5.)

Saat berlaga di babak final, Pramudya/Yeremia menaklukkan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Aaron Chia/Soh Wooi Yik asal Malaysia 23-21 dan 21-10.

"Kami melihat Bagas/Fikri luar biasa mampu juara All England. Kami termotivasi dan ingin menunjukkan bahwa kami pun bisa," ungkap Pramudya melalui keterangan resmi PP PBSI di Jakarta.

Baca juga: Lawan Wakil Malaysia, Pramudya/Yeremia Menangkan Kejuaraan Asia

Bagi mereka, gelar di Kejuaraan Asia menjadi pelecut semangat untuk berprestasi di ajang yang lebih tinggi.

"Semoga gelar ini menjadi pacuan kami untuk lebih baik di turnamen-turnamen selanjutnya dan bisa konsisten," kata Yeremia.

Wakil Indonesia sempat tertinggal di awal gim namun kualitas mereka berangsur meningkat dan mencapai puncaknya di gim kedua.

"Di gim pertama, kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Tetapi pelan-pelan kami bisa mengejar mereka. Menang di gim pertama menjadi kunci kami bisa mengalahkan mereka. Di gim kedua, kami coba menekan terus karena sudah enak mainnya dan mereka sepertinya jadi tidak percaya diri dan goyah," tutur Pramudya.

Gelar ini membuat Skuat Merah Putih melepas dahaga juara Asia selama tujuh tahun. Terakhir, Indonesia meraih gelar di ajang ini adalah pada 2015 melalui ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Sedangkan di ganda putra, Pramudya/Yeremia meneruskan catatan Markis Kido/Hendra Setiawan yang menjadi juara pada 2009.

"Kami sangat senang bisa juara di sini. Kami datang dengan status underdog, bukan unggulan tapi bisa sampai juara. Kemarin setelah mencapai final saja kami sudah bersyukur," kata Pramudya.

Laju Pramudya/Yeremia di ajang bertaraf BWF Super 1000 ini diawali dengan mendapat bye di babak 32 besar, lalu setelahnya sanggup melibas pasangan unggulan.

Dimulai dari Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (6/Malaysia) di babak 16 besar, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (2/Jepang) di perempat final, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (4/Indonesia) di semifinal, hingga Aaron Chia/Soh Wooi Yik (5/Malaysia) di final. (Ant/OL-1)

Baca Juga

MI/WIDJAJADI

NPC Indonesia Langsung Kebut Pelatnas Asian Para Games

👤Widjajadi 🕔Senin 08 Agustus 2022, 17:27 WIB
Nasib Asian Para Games akan sangat bergantung pada kelancaran Asian Games yang digelar di Hangzhou,...
AFP/Patrick Smith

Nick Kyrgios Raih Gelar Juara ATP Ketujuh

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Senin 08 Agustus 2022, 16:10 WIB
Petenis 27 tahun itu mengalahkan Nishioka 6-4, 6-3 untuk meraih lagi gelar ATP pertamanya sejak...
Dok.MI

Roy Suryo Diminta Hormati Proses Hukum dan Jangan Bermanuver

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 08 Agustus 2022, 14:17 WIB
Kuasa hukum Kurniawan Santoso, Herna Suntana, berharap Roy Suryo tetap ditahan hingga proses hukumnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya