Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
JUARA dunia Formula 1, Max Verstappen mengeluhkan performa mobil Red Bull-nya jelang GP Australia. Walau menjadi yang tercepat di babak kualifikasi, Sabtu (9/4), Verstappen mengaku tidak merasa nyaman dengan mobil yang dikendarainya.
Dalam babak kualifikasi, pembalap Belanda itu sepertinya akan menjadi yang tercepat sebelum diungguli pembalap Ferrari Charles Leclerc yang akhirnya meraih pole position. Verstappen, yang menang di GP Arab Saudi dua minggu lalu, mengatakan telah berjuang dengan masalah mobil sejak tiba di Melbourne untuk balapan seri ketiga musim ini.
"Ini sangat buruk bagi saya sepanjang akhir pekan. Saya tidak pernah merasa nyaman untuk satu putaran kecuali trek panjang. Ini adalah perjuangan besar. Kondisi ini tidak memberi Anda kepercayaan diri lebih," jelasnya.
Pembalap berusia 24 tahun itu juga tidak senang karena panitia mengurangi jumlah zona Drag Reduction System (DRS) menjadi tiga dari empat karena masalah keamanan. Area DRS memungkinkan pembalap dalam yang berjarak satu detik dari mobil di depan, untuk membuka penutup yang dipasang di sayap belakang demi meningkatkan kecepatan dan membantu menyalip.
Red Bulls dianggap lebih cepat di lintasan lurus daripada Ferrari. Semakin banyak zona DRS, akan semakin baik bagi mereka. (AFP/OL-15)
Max Verstappen, secara terbuka menyatakan harapannya Red Bull bisa tampil lebih kompetitif demi menandingi dominasi Mercedes di Formula 1 musim ini.
Max Verstappen, harus puas finis di posisi keenam GP Australia dengan selisih waktu yang cukup mencolok, yakni 54,617 detik dari sang pemenang, pembalap Merceds George Russell.
George Russell sukses meraih pole position di F1 GP Australia 2026. Simak drama kecelakaan Max Verstappen dan kejutan Kimi Antonelli dalam kualifikasi Melbourne di sini
Di serial dokumenter Netflix, Formula 1: Drive to Survive, Horner membantah keras spekulasi yang menyebut bahwa Max Verstappen dan pihak manajemennya menjadi dalang di balik pemecatannya.
Lewis Hamilton menilai karakteristik mobil saat ini memberikan ruang lebih bagi pembalap untuk melakukan koreksi saat terjadi kesalahan di lintasan.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved